x

Prabowo Buka Kans Reshuffle, Pengamat: Babak Kedua Dimulai, Menteri Harus Cetak Gol

waktu baca 2 menit
Jumat, 18 Sep 2026 13:54 48

Laporan: Akbar Budi Prasetia

 

TODAYNEWS.ID – Pengamat politik dari Aljabar Strategic Indonesia, Arifki Chaniago, menanggapi pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang kembali membuka peluang melakukan perombakan Kabinet Merah Putih (KMP) menjelang dua tahun pemerintahannya.

Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo dalam wawancara program Prabowo Menjawab, Rabu (16/9/2026).

Arifki menilai pernyataan tersebut menjadi sinyal bahwa Prabowo mulai menyiapkan formasi baru untuk memasuki babak kedua pemerintahannya.

“Menurut saya, ini bukan sekadar soal mengganti menteri. Prabowo sedang menyiapkan formasi untuk babak kedua. Setelah dua tahun pertama membangun tim, sekarang tantangannya adalah bagaimana tim ini bekerja lebih cepat dan menghasilkan lebih banyak,” kata Arifki, Jumat (18/9/2026).

Menurut Arifki, analogi kabinet sebagai kesebelasan sepak bola yang disampaikan Prabowo menjadi menarik. Dalam sebuah pertandingan, pergantian pemain tidak selalu berarti pemain sebelumnya gagal. Pergantian dapat dilakukan karena strategi dan kebutuhan tim berubah.

“Kalau kabinet adalah kesebelasan, maka Presiden bukan hanya memilih pemain, tetapi juga menentukan formasi. Ketika pertandingan memasuki babak kedua, bisa saja strategi berubah dan pemain yang diturunkan juga berubah,” ujarnya.

Arifki mengatakan memasuki tahun ketiga pemerintahan, ukuran keberhasilan menteri akan semakin mudah dilihat dari hasil kerja.

“Dua tahun pertama adalah masa untuk membangun dan menguji tim. Setelah ini, tidak cukup hanya bisa bermain. Menteri harus bisa mencetak gol. Artinya, program harus berjalan, masalah harus diselesaikan, dan hasilnya harus dirasakan masyarakat,” katanya.

Dia menilai jika reshuffle benar-benar dilakukan, publik sebaiknya tidak hanya sibuk menebak siapa menteri yang keluar dan siapa yang masuk.

“Jangan terjebak pada teka-teki nama. Lihat strateginya. Siapa yang masuk harus menjawab kebutuhan apa yang ingin diselesaikan Presiden,” ujar Arifki.

Menurutnya, reshuffle juga dapat menjadi momentum bagi Prabowo untuk mempercepat program-program prioritas pemerintah memasuki paruh kedua masa pemerintahannya.

“Yang akan menentukan makna reshuffle bukan banyaknya menteri yang diganti, tetapi seberapa cepat pemerintahan bergerak setelahnya. Kalau pergantian pemain membuat permainan lebih cepat dan lebih efektif, berarti reshuffle punya tujuan yang jelas,” katanya.

Arifki menambahkan posisi menteri bukanlah jabatan yang bersifat permanen. Menurutnya, Presiden memiliki kewenangan untuk melakukan evaluasi sesuai kebutuhan pemerintahannya.

“Kursi menteri itu bukan kursi nyaman, tapi kursi kerja. Ketika Presiden merasa membutuhkan pemain baru, itu bagian dari kewenangan Presiden untuk memastikan pemerintahannya berjalan sesuai target,” pungkasnya.

 

Editor: Aziz Arriadh

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

1 day ago
4 days ago
4 days ago
5 days ago
1 week ago
1 week ago

LAINNYA
x
x

mancingduit

situs slot gacor