x

Ini Tiga Pesan Prabowo di KTT BRICS 2026

waktu baca 2 menit
Senin, 14 Sep 2026 11:31 525 Dhanis Iswara

TODAYNEWS.ID – Presiden Prabowo Subianto membawa tiga pesan utama Indonesia dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS 2026 yang digelar di New Delhi, India, pada Sabtu-Minggu, 12-13 September 2026.

Ketiga pesan tersebut meliputi kemandirian dan ketahanan nasional, persatuan negara-negara Global South, serta penguatan kerja sama BRICS dan tata kelola global yang lebih adil.

Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menyampaikan, pokok pandangan itu ditegaskan Presiden Prabowo saat menghadiri sesi terbatas bertajuk “Inclusive Global Governance and Strengthening Multilateralism”.

“Indonesia hadir dengan visi untuk memperkuat tata kelola global yang inklusif sekaligus menyatukan suara negara-negara berkembang dalam memperjuangkan kepentingan dan masa depannya,” kata Teddy dalam keterangan tertulis, Senin (14/9/2026).

Kemandirian dan Ketahanan Nasional

Pesan pertama menitikberatkan pada pentingnya kemampuan suatu negara untuk berdiri kuat di tengah dinamika global melalui pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.

“Kekuatan sebuah negara bermula dari kemampuannya memenuhi kebutuhan dasar rakyatnya—pangan, energi, dan pendidikan. Dengan fondasi yang kuat, Indonesia tidak akan bergantung atau mudah didikte oleh kekuatan tertentu,” ujar Teddy.

Menurut Teddy, ketahanan pangan, energi, dan pendidikan menjadi modal penting bagi Indonesia untuk menentukan arah pembangunan secara mandiri sekaligus memainkan peran aktif di tingkat internasional.

Persatuan Global South

Pada pesan kedua, Presiden Prabowo menekankan pentingnya persatuan negara-negara berkembang (Global South) dengan merujuk pada semangat Konferensi Asia-Afrika (KAA).

“Mengutip pepatah ‘Bersatu kita teguh, terpecah kita runtuh’, Presiden mengingatkan kembali pentingnya spirit Konferensi Asia-Afrika. Negara-negara Global South kini berdiri setara untuk memperjuangkan kepentingan dan masa depannya sendiri,” tutur Teddy.

Ia menambahkan, persatuan ini menjadi modal mendasar untuk memastikan aspirasi negara berkembang memperoleh posisi setara dalam menentukan arah tatanan global.

Kolaborasi Konkret BRICS dan Reformasi PBB

Pesan ketiga menyoroti potensi besar BRICS yang mewakili separuh populasi dunia. Presiden mendorong agar potensi tersebut diwujudkan dalam kerja sama konkret.

“BRICS mewakili separuh populasi dunia. Kekuatan ini harus diubah menjadi kerja sama yang nyata: memperkuat ketahanan pangan dan energi, menghubungkan pasar, modal, teknologi, sumber daya, dan pengetahuan, serta membuka peluang pembangunan yang lebih besar bagi negara-negara berkembang,” jelasnya.

Selain itu, Presiden Prabowo turut mendorong terwujudnya tata kelola dunia yang lebih adil. Ia menegaskan bahwa Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) harus tetap menjadi pusat sistem multilateralisme, namun perlu diperkuat agar lebih representatif dan responsif.

“Melalui keanggotaan di BRICS, Indonesia terus bergerak aktif mewujudkan tatanan dunia yang lebih adil, setara, dan damai bagi seluruh bangsa,” kata Teddy.

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

2 days ago
2 days ago
3 days ago
7 days ago
1 week ago
1 week ago

LAINNYA
x
x

mancingduit

situs slot gacor