x

Indonesia Open Taekwondo 2026 Bidik Efek Sport Tourism

waktu baca 3 menit
Senin, 27 Jul 2026 18:48 25 Afrizal Ilmi

TODAYNEWS.ID — Penyelenggaraan 8th Asian Taekwondo Indonesia Open Championships 2026 diharapkan tidak hanya menjadi ajang persaingan atlet dunia. Kejuaraan ini juga ditargetkan memberi dampak positif terhadap sektor pariwisata dan perekonomian di DKI Jakarta.

Ketua Umum Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI) Letjen TNI Richard Taruli Horja Tampubolon mengatakan kejuaraan tersebut menjadi kesempatan memperkuat posisi Indonesia sebagai tuan rumah ajang olahraga internasional. Menurutnya, manfaat yang dihasilkan tidak hanya dirasakan dunia olahraga.

“Kejuaraan ini bukan hanya tentang pertandingan dan menjadi tempat bagi atlet-atlet kita untuk mengasah kemampuan terbaik mereka, tetapi juga dapat memberikan dampak positif bagi Indonesia,” ujar Richard dalam keterangannya, Senin (27/7/2026).

“Kehadiran atlet dan ofisial dari berbagai negara dapat memberikan manfaat yang lebih luas, khususnya bagi DKI Jakarta, melalui sektor perhotelan, transportasi, kuliner, usaha mikro, dan pariwisata yang diharapkan dapat menggerakkan roda perekonomian,” kata dia.

Asian Taekwondo Indonesia Open Championships 2026 akan berlangsung di Tennis Indoor Senayan pada 1-5 Agustus 2026. Turnamen tersebut berstatus level G2 World Taekwondo (WT) sekaligus menjadi ajang pengumpulan poin menuju Olimpiade Los Angeles 2028 dan Kejuaraan Dunia.

Kejuaraan akan mempertandingkan nomor poomsae dan kyorugi. Kategori poomsae recognized dan freestyle digelar pada 1-2 Agustus, sedangkan kyorugi senior putra dan putri berlangsung pada 3-5 Agustus.

Richard menilai penyelenggaraan event internasional dapat memperkuat citra Indonesia di mata dunia. Ia menyebut sport tourism menjadi salah satu cara efektif untuk menarik kunjungan wisatawan mancanegara.

“Sport tourism merupakan salah satu cara untuk memperkenalkan Indonesia kepada masyarakat internasional. Semakin banyak event berkualitas yang digelar, semakin besar pula peluang untuk meningkatkan kunjungan sekaligus membangun citra Jakarta sebagai kota olahraga dan destinasi internasional,” katanya.

Sebanyak 478 taekwondoin dari 36 negara dipastikan ambil bagian dalam kejuaraan tersebut. Indonesia menjadi peserta terbanyak dengan mengirimkan 233 atlet.

Dari jumlah itu, sebanyak 31 atlet merupakan hasil seleksi PBTI melalui rangkaian Kejuaraan Ksatria Nusantara Series yang digelar di Lampung, Surabaya, Bandung, Bali, dan Kediri. Tiga di antaranya juga dipersiapkan untuk memperkuat Indonesia pada Asian Games Aichi Nagoya 2026.

Ketiga atlet tersebut ialah Muhammad Bassam Raihan di kelas U-68 kilogram, Arya Danu di kelas U-80 kilogram, dan Andi Sultan pada nomor poomsae. Mereka menjadi bagian dari skuad yang disiapkan menghadapi ajang internasional.

Sementara itu, 245 atlet lainnya berasal dari berbagai negara di Asia, Eropa, Amerika, Afrika, dan Timur Tengah. India menjadi negara dengan peserta asing terbanyak dengan 61 atlet, disusul Hong Kong yang mengirimkan 34 atlet dan Filipina 33 atlet.

Sekretaris Jenderal PBTI Rafael Hotasi Siagian mengatakan tingginya minat peserta membuat panitia harus membatasi jumlah atlet yang tampil. Kebijakan itu dilakukan agar jadwal pertandingan tetap sesuai ketentuan World Taekwondo.

“478 atlet dari 36 negara merupakan angka final. Kami harus membatasi karena ada aturan dari World Taekwondo, turnamen tidak bisa diselenggarakan hingga malam hari. Kami harus mengikuti itu,” kata Rafael.

 

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

8 hours ago
2 days ago
5 days ago
6 days ago
7 days ago
1 week ago

LAINNYA
x
x

mancingduit

situs slot gacor