x

Beredar Rumor soal Penahanan Sejumlah Jenderal Polisi, Nama Listyo Sigit Disebut

Laporan: Afrizal Ilmi

waktu baca 3 menit
Selasa, 3 Nov 2026 18:59 273

TODAYNEWS.ID – Isu penangkapan sejumlah jenderal polisi aktif terkait dugaan penyadapan terhadap petinggi negara semakin berkembang. Terbaru, beredar tangkapan layar percakapan WhatsApp yang diduga berasal dari grup internal Polri dan memuat informasi penahanan beberapa perwira tinggi kepolisian.

Dalam tangkapan layar pertama, sebuah pesan menyebut dua jenderal polisi telah resmi ditahan. Keduanya adalah Irjen Pol Ahrie Sonta (AS) dan Irjen Pol Eko Hadi Santoso (EHS).

Ahrie Sonta saat ini menjabat sebagai Kepala Divisi Hukum Polri. Sementara Eko Hadi Santoso merupakan Widyaiswara Kepolisian Utama Tingkat I Sespim Lemdiklat Polri.

Selain kedua perwira tinggi tersebut, pesan itu juga menyebut Kombes Pol Ferli Hidayat telah ditahan. Ferli diketahui pernah menjabat sebagai Koordinator Staf Pribadi Pimpinan (Koorspripim) Polri.

Tangkapan layar lainnya memuat informasi mengenai pemeriksaan terhadap sosok yang disebut sebagai Jenderal L dan seorang Komjen. Keduanya disebut masih menjalani pemeriksaan, belum ditahan.

“Pak sigit sama bg pipit masih di BAP, yg udah ditahan eko sama sonta,” demikian isi pesan WhatsApp yang beredar, Selasa (3/11/2026).

Nama Sigit dalam pesan tersebut diduga merujuk kepada Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo. Sementara sosok yang disebut Pipit diduga merupakan Irjen Pipit Rismanto, yang saat ini menjabat sebagai Staf Ahli Menteri Hukum Bidang Politik dan Keamanan.

Di sisi lain, beredar pula pesan WhatsApp yang dikaitkan dengan mantan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Marthinus Hukum. Pesan tersebut berisi kecaman terhadap dugaan penyadapan yang disebut melibatkan sejumlah perwira tinggi aktif Polri.

Dalam pesannya, Marthinus menggunakan istilah makar untuk menggambarkan dugaan tindakan tersebut. Namun, pernyataan itu merupakan respons terhadap kabar yang beredar dan belum menjadi kesimpulan resmi mengenai adanya makar.

“Dalam sejarah dunia tidak pernah ada Kepolisian melakukan makar terhadap pemerintah. Tapi kalau desas desus hari ini benar benar ADANYA, yang katanya ada segelincir oknum kepolisian melakukan makar, maka Anda sebagai mantan pemimpin Polri telah merubah sejarah dunia,” demikian isi pesan tersebut.

Marthinus juga melontarkan kritik keras dengan menyinggung prestasi dan citra institusi kepolisian. Ia menyebut dugaan tersebut, apabila terbukti benar, akan menjadi catatan buruk dalam sejarah kepolisian.

Sementara itu, Mabes Polri belum menyampaikan keterangan resmi mengenai kabar penahanan sejumlah jenderal tersebut. Pihak kepolisian menyatakan akan memberikan penjelasan kepada publik melalui Divisi Humas Polri.

Kadiv Humas Polri Irjen Johnny Eddizon Isir mengatakan pihaknya akan menyampaikan perkembangan terkait isu tersebut. Pernyataan itu disampaikan saat mendampingi Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto berkunjung ke Kantor Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), Jakarta Pusat.

“Berkaitan sama konteks, dinamika yang nanti mungkin rekan-rekan akan bertanya, dalam sore menjelang malam nanti, nanti kami dari Divhumas akan melaksanakan rilis,” kata Isir kepada wartawan.

Dengan demikian, informasi mengenai penahanan Ahrie Sonta, Eko Hadi Santoso, dan Ferli Hidayat masih perlu dikonfirmasi melalui keterangan resmi kepolisian. Begitu pula identitas pihak-pihak yang disebut masih menjalani pemeriksaan serta dugaan penyadapan terhadap petinggi negara.

 

Editor: Azis Arriadh

LAINNYA