Anggota Dewan Pers Rosarita Niken Widiastuti saat wawancara doorstop usai memberikan sambutan sekaligus membuka kegiatan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) di Gedung Dewan Pers, Jakarta, Rabu (4/11/2026). Foto: Todaynews/Dhanis Laporan: Dhanis Iswara
TODAYNEWS.ID – Anggota Dewan Pers Rosarita Niken Widiastuti, menegaskan pentingnya peran media massa, terutama media arus utama sebagai pemeriksa fakta (fact checker) di tengah maraknya penyebaran hoaks, malinformasi, dan disinformasi kepada masyarakat.
Menurut Niken, derasnya arus informasi palsu membuat masyarakat membutuhkan sumber pemberitaan yang dapat dipercaya. Karena itu, media arus utama harus hadir untuk memastikan publik memperoleh informasi yang benar dan terverifikasi.
“Tentunya media arus utama ini menjadi fact checker. Fact checker itu cek fakta bagi masyarakat. Masyarakat akan bingung ke mana ini akan mencari berita-berita yang benar,” kata Niken usai membuka kegiatan Uji Kompetensi Wartawan di Gedung Dewan Pers, pada Rabu (4/11/2026).
Sebab itu, menurut Niken, untuk menjalankan peran tersebut, wartawan tidak cukup hanya menguasai keterampilan teknis jurnalistik, tetapi perlu memahami etika-etika jurnalistik sebagaimana yang telah diatur oleh Dewan Pers.
“Tapi yang lebih penting dari itu adalah etika. Etika ini, Dewan Pers sudah mengatur adanya Kode Etik Jurnalistik,” ujar Niken.
Niken mengatakan, dengan menerapkan etika jurnalistik dan mengedepankan data serta fakta, maka berita yang dihasilkan pun dapat menjadi rujukan informasi bagi masyarakat.
Dia juga berpesan kepada para wartawan agar tidak hanya mengandalkan satu atau dua sudut pandang dalam membuat berita,
sehingga pemberitaan yang dihasilkan akan lebih tajam dan berkualitas.
“Berita itu harus independen. Nah, independen itu artinya kita menyampaikan data, fakta yang benar. Tidak hanya dari satu sisi atau mungkin cover both side itu dua sisi, tapi penting di sini adalah cover multi-side,” ujarnya.
Lebih jauh, Niken mengingatkan, kepada seluruh wartawan di Indonesia agar berpegang teguh pada Kode Etik Jurnalistik, terutama prinsip independensi dalam menyampaikan informasi.
“Jadi, inilah check and recheck, verifikasi, ini sangat penting dilakukan oleh para jurnalis ataupun wartawan. Karena dengan adanya check and recheck, ini kita akan memproduksi berita yang benar, bertanggung jawab, dan berita yang objektif,” ujarnya.
Selain verifikasi dan keberimbangan, Niken juga mengingatkan wartawan agar tidak memiliki niat buruk dalam memproduksi berita. Sebab, framing yang dibangun dengan itikad buruk berpotensi menyesatkan masyarakat.
“Dalam menulis atau membuat berita, memproduksi berita, itu tidak ada niat buruk. Kalau sudah ada niat buruk, membingkai atau membuat framing, ini akan kemudian bisa menyesatkan kalau sudah ada niat buruk,” cetusnya.
Untuk itu, Niken menegaskan, kerja-kerja jurnalistik dalam melakukan investigasi harus memiliki niat mengungkap kebenaran, bukan menggiring opini ataupun membentuk persepsi tertentu.
“Seorang wartawan profesional misalnya mencari, menginvestigasi sesuatu itu tidak ada niat buruk, tapi akan mengungkap kebenaran,” pungkasnya.
Editor: Azis Arriadh