x

Legislator PKB Sebut Gen Z Kecewa pada Gibran, Dorong Pemakzulan Wapres

Laporan: Dhanis

waktu baca 3 menit
Rabu, 4 Nov 2026 16:16 11

TODAYNEWS.ID – Anggota Komisi II DPR RI dari Fraksi PKB, Eka Widodo alias Edo, mengungkapkan adanya aspirasi dari kalangan Generasi Z (Gen Z) yang meminta Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dimakzulkan.

Aspirasi itu disampaikan sejumlah anak muda saat Edo menggelar kegiatan reses di daerah pemilihannya, Jawa Tengah IX.

Edo mengatakan, dirinya sempat dikerumuni sejumlah anak muda yang ingin menyampaikan kekecewaan terhadap persoalan hukum dan konstitusional yang dikaitkan dengan Gibran.

Menurut Edo, salah satu hal yang menjadi sorotan Gen Z adalah proses pencalonan Gibran sebagai wakil presiden pada Pilpres 2024. Mereka menilai polemik tersebut telah mencederai konstitusi sekaligus merusak harapan anak muda terhadap kesetaraan kesempatan dalam politik.

“Ketika saya reses di Dapil Jawa Tengah IX, saya dikerumuni anak-anak Gen Z. Mereka menyampaikan kekecewaan yang sangat mendalam terhadap kasus Gibran. Mereka merasa konstitusi telah rusak dan hati anak-anak muda terluka. Ini murni suara anak-anak Gen Z yang disampaikan kepada saya ketika reses,” kata Edo dalam keterangannya, pada Rabu (4/11/2026).

Dia menyebut, sebagian anak muda menilai posisi Gibran sebagai putra dari Presiden Joko Widodo saat itu turut membuka jalan bagi dirinya untuk menjadi calon wakil presiden.

Gen Z juga menyoroti Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 90/PUU-XXI/2023 yang mengubah ketentuan batas usia calon presiden dan wakil presiden. Putusan tersebut memungkinkan Gibran yang belum berusia 40 tahun saat itu untuk maju dalam Pilpres 2024.

Edo mengatakan, polemik tersebut memunculkan anggapan bahwa kesempatan menjadi pemimpin di Indonesia lebih mudah diperoleh oleh mereka yang berasal dari keluarga pejabat atau memiliki kedekatan dengan kekuasaan.

“Anak-anak muda merasa seolah-olah menjadi pemimpin harus menjadi anak presiden atau anak pejabat. Kalau bukan anak pejabat, mereka merasa tidak punya kesempatan. Padahal, demokrasi seharusnya memberikan ruang yang sama bagi setiap warga negara,” tuturnya.

Selain persoalan pencalonan, Edo menyebut Gen Z turut menyinggung janji penciptaan 19 juta lapangan kerja. Menurutnya, anak-anak muda mempertanyakan realisasi janji tersebut di tengah persoalan pengangguran dan kemiskinan.

Dia mengklaim, berdasarkan data BPS 2026, sebanyak 67 persen Gen Z saat ini menganggur. Kondisi itu disebut semakin menambah kekecewaan generasi muda terhadap kepemimpinan Gibran.

“Gen Z merasa ditipu atau di-prank oleh Gibran karena janji penciptaan 19 juta lapangan kerja belum sesuai dengan harapan mereka,” kata Edo.

Edo mengungkapkan, aspirasi yang disampaikan saat reses itu bahkan mengarah pada tuntutan pemakzulan Gibran dari jabatan wakil presiden. Dia menilai suara tersebut perlu menjadi perhatian dan tidak boleh diabaikan.

“Anak-anak Gen Z menyampaikan bahwa mereka ingin Gibran dimakzulkan. Mereka merasa kecewa karena harapan terhadap kepemimpinan anak muda justru tercoreng oleh persoalan ini,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Edo membeberkan tiga persoalan hukum dan konstitusional yang menurutnya menjadi dasar kritik terhadap Gibran.

Pertama, polemik Putusan MK Nomor 90/PUU-XXI/2023 terkait perubahan persyaratan usia calon presiden dan wakil presiden. Putusan tersebut menjadi salah satu dasar yang memungkinkan Gibran maju sebagai calon wakil presiden pada Pilpres 2024.

Kedua, Edo menyinggung pertimbangan dalam putusan MK yang menurutnya berkaitan dengan persoalan ijazah Gibran. Ketiga, putusan Mahkamah Agung (MA) mengenai surat keterangan (Suket) penyetaraan pendidikan yang disebutnya tidak sah dan batal demi hukum.

Menurut Edo, ketiga persoalan tersebut perlu mendapat perhatian serius karena berkaitan dengan legitimasi dan aspek administrasi pemerintahan.

Dia pun meminta pemerintah dan lembaga terkait tidak mengabaikan aspirasi masyarakat, terutama suara generasi muda. Edo mendorong agar proses pemakzulan Gibran segera dilakukan.

Editor: Azis Arriadh

LAINNYA