x

IRGC Klaim Hancurkan Kapal Tanpa Awak AS di Selat Hormuz

waktu baca 3 menit
Sabtu, 12 Sep 2026 05:29 95 Dhanis Iswara

TODAYNEWS.ID – Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran mengklaim telah menghancurkan sebuah kapal permukaan tanpa awak (USV) milik Amerika Serikat (AS) di Selat Hormuz. Kapal tersebut disebut dikerahkan oleh militer AS untuk menjalankan misi di jalur perairan strategis itu.

Klaim tersebut disampaikan Angkatan Laut IRGC dalam pernyataan pada Kamis (10/9/2026) malam, IRGC menyebut AS dalam beberapa hari terakhir mengerahkan sejumlah kapal tanpa awak ke Selat Hormuz untuk menghindari konfrontasi langsung dengan pasukan Iran.

“Militer AS yang teroris dan agresor, karena takut akan kedatangan para pejuang Islam yang berani dan konfrontasi dengan mereka, dalam beberapa hari terakhir telah mulai mengerahkan kapal-kapal tak berawaknya ke Selat Hormuz,” demikian pernyataan IRGC seperti dilansir Press TV, pada Jumat (11/9/2026).

IRGC mengatakan pasukannya kemudian menargetkan salah satu kapal tanpa awak tersebut di pintu masuk Selat Hormuz.

“Dengan pertolongan Tuhan Yang Maha Kuasa, Angkatan Laut IRGC menyerang salah satu kapal tak berawak musuh, nomor lambung 5838, sebuah Saildrone, di pintu masuk Selat Hormuz yang strategis, menggagalkan misi agresifnya,” kata IRGC.

IRGC juga memperingatkan keberadaan pasukan musuh di Selat Hormuz. Mereka mengeklaim memiliki kendali serta kemampuan pengawasan intelijen yang luas atas jalur perairan tersebut.

“Selat Hormuz tertutup dan berada di bawah kendali intelijen dan pengawasan intelijen komprehensif kami, dan setiap kehadiran musuh di jalur air strategis ini akan menjadi sasaran,” demikian pernyataan tersebut.

Komandan Angkatan Laut IRGC Laksamana Muda Ali Ozmayi turut membenarkan insiden tersebut. Dia menegaskan setiap gerakan yang dianggap bermusuhan di Selat Hormuz akan menjadi sasaran.

“Selat Hormuz tertutup dan berada di bawah pengawasan intelijen dan kendali cerdas kami. Setiap gerakan permusuhan akan ditargetkan,” ujar Ozmayi.

Iran Serang Kapal AS dan Tanker

Sebelumnya, pada Rabu (9/9), IRGC mengklaim telah menargetkan dua kapal AS, delapan kapal tanker minyak, serta 10 kapal lainnya yang disebut mencoba melewati zona terlarang di Selat Hormuz.

IRGC menyebut tindakan tersebut merupakan bagian dari gelombang terbaru operasi pembalasan Iran di tengah perang yang disebutnya sebagai agresi terhadap negara tersebut.

Sehari sebelumnya, Selasa (8/9), Angkatan Laut IRGC juga mengumumkan telah mencegat dan menangkap kendaraan bawah air tanpa awak (UUV) milik AS di pintu masuk Selat Hormuz.

Menurut IRGC, UUV tersebut menggabungkan sejumlah teknologi bawah air tercanggih di dunia. Kendaraan itu disebut telah diserahkan kepada militer AS pada 2025.

Penangkapan UUV tersebut menjadi bagian terbaru dari klaim Iran terkait keberhasilannya mencegat atau merebut teknologi militer canggih milik negara-negara Barat.

Dalam satu dekade terakhir, pasukan Iran mengklaim telah menembak jatuh atau merebut sejumlah aset militer AS bernilai tinggi. Di antaranya pesawat nirawak siluman RQ-170 Sentinel, drone MQ-9 Reaper, serta berbagai kendaraan bawah air dan kapal permukaan tanpa awak di kawasan Teluk Persia.

Iran diketahui menggunakan teknologi yang berhasil disita tersebut sebagai salah satu sumber untuk mengembangkan kemampuan drone dan sistem angkatan laut tanpa awak di dalam negeri.

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

53 minutes ago
3 days ago
3 days ago
4 days ago
1 week ago
1 week ago

LAINNYA
x
x

mancingduit

situs slot gacor