Drone MQ-9 Reaper. Foto: USAF/NYT TODAYNEWS.ID – Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran mengklaim pasukan pertahanan udaranya telah mencegat dan menghancurkan drone MQ-9 Reaper ke-52 yang dioperasikan musuh sejak dimulainya agresi Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran.
Kantor Hubungan Masyarakat IRGC menyebut drone tersebut dicegat dan dihancurkan pada pukul 02.29 waktu setempat, Rabu, di atas Pulau Qeshm.
Pesawat tanpa awak itu disebut berhasil dilumpuhkan menggunakan sistem pertahanan udara canggih Iran.
“Selama Perang Ketiga yang Dipaksakan, ratusan drone musuh telah ditembak jatuh oleh pasukan pertahanan udara negara,” kata IRGC dalam pernyataannya, seperti dilansir kantor berita Iran, Press TV.
IRGC menyebut sejumlah jenis drone yang telah ditembak jatuh di antaranya Lucas, Hermes, MQ-1 Predator, dan MQ-9 Reaper.
Pada hari Selasa, Angkatan Udara IRGC juga mengumumkan telah mencegat dan menghancurkan sebuah drone MQ-1 Predator milik AS di atas Selat Hormuz.
Penembakan tersebut terjadi beberapa jam setelah IRGC mengumumkan penghancuran MQ-1 milik AS lainnya di wilayah perairan strategis tersebut. Dengan demikian, Iran mengklaim sedikitnya tiga MQ-1 telah ditembak jatuh oleh jaringan pertahanan udara terpadu Angkatan Bersenjata Iran.
Sedangkan beberapa hari sebelumnya, IRGC juga mengumumkan penghancuran sebuah kapal permukaan tak berawak militer AS di pintu masuk Selat Hormuz.
Operasi tersebut disebut berlangsung pada Kamis pekan lalu. IRGC menggambarkan tindakan itu sebagai operasi yang “tepat, cerdas, dan tepat waktu” untuk mempertahankan integritas teritorial Iran serta kepentingan nasional negara tersebut.
Sementara itu, Bloomberg melaporkan bahwa Iran telah menghancurkan lebih dari dua lusin drone MQ-9 sejak perang AS-Israel terhadap Iran dimulai pada akhir Februari.
Menurut laporan tersebut, jumlah itu setara dengan hampir 20 persen dari inventaris MQ-9 milik Pentagon sebelum serangan dimulai.
Kesaksian di Kongres AS menunjukkan armada MQ-9 operasional Angkatan Udara AS telah berkurang menjadi sekitar 135 unit, jauh di bawah jumlah minimum yang ditetapkan sebanyak 189 pesawat.
Produsen MQ-9, General Atomics Aeronautical Systems yang berbasis di San Diego, juga disebut telah mengonfirmasi bahwa kurang dari 10 unit pesawat baru masih tersedia untuk dibeli. Jalur produksi drone Reaper pun dilaporkan telah menghentikan operasinya.
Para ahli militer menilai meningkatnya kehilangan MQ-9 dapat mendorong militer AS menggunakan kembali drone MQ-1 yang lebih tua dalam operasi militernya terhadap Iran.