x

DPR Desak TNI-Polri Perkuat Mitigasi Usai Rentetan Kasus Penembakan di Papua

waktu baca 3 menit
Kamis, 17 Sep 2026 17:43 32 Dhanis Iswara

Wartawan: Dhanis Iswara

TODAYNEWS.ID – Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal, meminta TNI dan Polri memperkuat mitigasi serta langkah antisipasi menyusul rentetan aksi kekerasan kelompok kriminal bersenjata (KKB) yang menyasar warga sipil di Papua.

Cucun menilai aparat perlu memastikan kejadian serupa tidak kembali terjadi, terutama di wilayah yang memiliki tingkat kerawanan keamanan tinggi.

“Jelas dari kemarin Komisi I bersama Polri dan TNI sudah menangani di kawasan, apalagi seperti Papua ini ya,” kata Cucun di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (17/9/2026).

Menurut Cucun, langkah mitigasi diperlukan agar aparat tidak hanya bergerak setelah terjadi serangan, tetapi juga mampu melakukan pencegahan dan mengantisipasi potensi serangan terhadap masyarakat.

“Kita minta betul-betul melakukan satu mitigasi untuk antisipasi jangan sampai ada pengulangan kejadian-kejadian seperti itu,” ujarnya.

Cucun juga menyoroti pentingnya kesiapan aparat dalam menghadapi kelompok bersenjata di wilayah Papua.

“Seolah-olah kita tidak punya daya defensif untuk pertahanan menghadapi kelompok-kelompok kriminal bersenjata itu,” katanya.

Sebagai informasi, serangkaian aksi kekerasan bersenjata terus terjadi di Papua Pegunungan.

Salah satu kasus terbaru terjadi pada Rabu (9/9/2026), ketika rombongan Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya diserang saat menjalankan tugas di Distrik Muliama, Papua Pegunungan.

Tiga pegawai menjadi korban, yakni Aprida Rapi (49), Alfonsius Albinus Meha (35), dan Willi Mbuik (25). Ketiganya merupakan ASN dan CPNS Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya. Mereka saat itu sedang mengantar bantuan pangan berupa bibit ternak kepada masyarakat.

Berdasarkan keterangan aparat, rombongan tersebut sempat dihadang kelompok bersenjata. Para korban kemudian dipisahkan dari rekan-rekannya sebelum ditembak. Lima anggota rombongan lainnya selamat dan kemudian dimintai keterangan oleh aparat.

Satgas Operasi Damai Cartenz kemudian mengidentifikasi dua orang yang diduga terlibat dalam penembakan tersebut. Keduanya berinisial PN dan KT dan disebut diduga merupakan anggota KKB Kodap III Ndugama pimpinan Egianus Kogoya. Adapun meduanya telah masuk daftar pencarian orang (DPO).

Selain itu, kasus kekerasan juga kembali menjadi perhatian setelah seorang sopir travel asal Toraja, Aris Sanda, diintimidasi dan ditembak kelompok bersenjata di wilayah Papua Pegunungan.

Rentetan serangan terhadap warga sipil tersebut membuat DPR meminta pola pengamanan di wilayah rawan Papua diperkuat, termasuk melalui deteksi dini dan pencegahan agar masyarakat yang menjalankan aktivitas sehari-hari maupun tugas pelayanan publik tidak kembali menjadi korban.

Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi I DPR Sukamta juga meminta kasus penembakan tiga ASN Jayawijaya diusut hingga tuntas, termasuk mengungkap jaringan yang berada di balik aksi tersebut.

Sukamta menegaskan aparat perlu mencari tahu pihak yang merencanakan aksi, termasuk mereka yang memasok senjata dan memberikan dukungan kepada kelompok bersenjata.

“Jangan berhenti pada siapa yang menarik pelatuk. Ungkap siapa yang merencanakan, memasok senjata, dan memberikan dukungan terhadap aksi kekerasan ini,” kata Sukamta, pada Senin (14/9/2026).

Ia menilai serangan terhadap warga menunjukkan adanya upaya kelompok bersenjata untuk menciptakan ketakutan di tengah masyarakat.

“Ketika masyarakat sipil semakin sering dijadikan sasaran, ini menunjukkan bahwa teror dan rasa takut menjadi salah satu cara yang digunakan KKB untuk menunjukkan eksistensinya. Negara tidak boleh membiarkan strategi teror seperti ini berhasil,” pungkasnya.

 

Editor: Aziz Arriadh

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

8 hours ago
3 days ago
3 days ago
5 days ago
1 week ago
1 week ago

LAINNYA
x
x

mancingduit

situs slot gacor