x

Peringati Hari Kesehatan Mental Sedunia, BKKBN Perkuat Ruang Aman bagi Remaja untuk Berani Bersuara

Laporan: Azis Arriadh

waktu baca 2 menit
Sabtu, 31 Okt 2026 20:31 78

TODAYNEWS.ID – Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (Kemendukbangga/BKKBN) mengajak remaja berani menyampaikan persoalan yang mereka hadapi melalui ruang aman untuk bercerita. Ajakan itu disampaikan dalam kegiatan “Pengalaman Hidup yang Didengar: Suara Nyata, Perubahan Nyata” di Kantor Kemendukbangga/BKKBN, Jumat (30/10/2026), dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Mental Sedunia.

Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN Wihaji berdialog langsung dengan remaja dari Forum Genre Indonesia, perwakilan PIK-R (Pusat Informasi dan Konseling Remaja) DKI Jakarta, siswa SMA, serta siswa inklusi. Dalam dialog tersebut, ia mendorong mereka untuk berani berbagi cerita mengenai masalah sehari-hari.

“Hal-hal sederhana yang menjadi keseharian kita, yang kadang tidak kita ceritakan, kadang kita sembunyikan, kadang pula menjadi masalah baru. Data Indonesia National Adolescent Mental Health Survey (I-NAMHS) tahun 2022 menunjukkan 34,9 persen remaja mengalami masalah kesehatan mental dalam 12 bulan terakhir. Maka di sinilah Kemendukbangga/BKKBN membuat program untuk memberikan ruang aman bagi para remaja, antara lain PIK-R dan Genre. Untuk itu, ayo para remaja ajak teman-teman sekalian gabung di PIK-R, di Genre, gabung di Akademi Keluarga. Itulah tempat remaja sebaya bisa bercerita,” ujar Menteri Wihaji.

Dukungan bagi kesehatan jiwa remaja turut diperkuat melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama tentang Dukungan Layanan Kesehatan Jiwa Remaja antara Direktorat Bina Ketahanan Remaja Kemendukbangga/BKKBN dan Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Remaja. Kegiatan tersebut juga dihadiri Officer In Charge Representative UNICEF (United Nations Children’s Fund) Indonesia, Dr. Jean Nsonjiba Lokenga, Ph.D., sebagai bagian dari dukungan mitra terhadap penyediaan ruang aman bagi remaja.

“Kita harus memastikan bahwa keluarga, sekolah, komunitas, dan lingkungan digital menyediakan ruang aman dan suportif bagi kaum muda, bebas dari stigma, bullying, dan kekerasan. Dan hal ini telah diupayakan dalam kerja sama dengan Kemendukbangga/BKKBN, termasuk Forum Genre,” ucap Lokenga.

Rangkaian peringatan ini juga menghadirkan talkshow kesehatan mental remaja dengan narasumber Duta Genre Inklusi 2024, Juara I Duta Genre Putri 2026, Mental Health Advocate, serta pakar kesehatan mental. Selain itu, digelar pengukuhan Pengurus Nasional Forum Genre Indonesia dan pemberian apresiasi edukasi kesehatan mental terbaik oleh konser sebaya.

Editor: Azis Arriadh

LAINNYA