x

DPR Minta Malaysia Kaji Ulang Keputusan Tak Masukkan Panjat Tebing di SEA Games 2027

Laporan: Dhanis

waktu baca 3 menit
Rabu, 4 Nov 2026 11:56 13

TODAYNEWS.ID – Anggota Komisi X DPR RI Andi Muawiyah Ramly atau biasa disapa Amure, meminta Malaysia meninjau ulang keputusan tidak memasukkan cabang olahraga panjat tebing dalam daftar pertandingan SEA Games 2027.

Amure pun menyayangkan keputusan Malaysia selaku tuan rumah karena panjat tebing merupakan salah satu cabang olahraga yang telah menyumbangkan banyak prestasi bagi Indonesia di tingkat internasional.

“Jangan sampai panjat tebing justru dihilangkan dari SEA Games 2027. Ini olahraga yang memiliki banyak penggemar dan atlet potensial, termasuk di Indonesia. Prestasi Indonesia di SEA Games sebelumnya sudah menunjukkan bahwa cabang ini memiliki daya saing yang sangat baik,” kata Amure dalam keterangan yang diterima, Rabu (4/11/2026).

Menurut Amure, panjat tebing tidak hanya diminati atlet profesional, tetapi juga berkembang di kalangan masyarakat, khususnya generasi muda.

Dia mengatakan, sejumlah perguruan tinggi bahkan telah memiliki komunitas, unit kegiatan mahasiswa (UKM), hingga fasilitas panjat tebing untuk mengembangkan minat dan bakat mahasiswa.

“Kalau kita melihat di kampus-kampus, panjat tebing ini sangat populer. Banyak mahasiswa yang menggemarinya dan menjadikannya sebagai kegiatan olahraga sekaligus wadah prestasi. Artinya, basis penggemar dan regenerasi atletnya sangat nyata,” katanya.

Amure menilai, penyelenggaraan SEA Games seharusnya tidak hanya mempertimbangkan kepentingan negara tuan rumah. Menurut dia, keberagaman cabang olahraga yang berkembang dan memiliki basis atlet di kawasan Asia Tenggara juga perlu diperhatikan.

Dia mengingatkan, SEA Games merupakan ajang olahraga bersama negara-negara Asia Tenggara yang semestinya memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi atlet untuk berkompetisi.

“SEA Games adalah pesta olahraga negara-negara Asia Tenggara. Semestinya ada semangat untuk memberikan ruang kompetisi seluas-luasnya bagi cabang olahraga yang berkembang di kawasan ini. Jangan sampai cabang olahraga yang punya prestasi dan penggemar justru kehilangan panggung,” ujarnya.

Lebih lanjut, Amure menekankan bahwa kompetisi internasional seperti SEA Games memiliki peran penting dalam proses pembinaan atlet.

Ajang tersebut menjadi kesempatan bagi atlet untuk mengukur kemampuan, menambah pengalaman bertanding, sekaligus mempersiapkan diri menghadapi kompetisi yang lebih tinggi, seperti Asian Games dan Olimpiade.

“Jangan hanya melihat dari sisi penyelenggaraan atau kepentingan tuan rumah. Pikirkan juga masa depan atlet. Mereka membutuhkan kompetisi yang berjenjang dan berkelanjutan. Jika ruang kompetisinya semakin terbatas, tentu akan berdampak pada pembinaan dan motivasi atlet,” tutur Amure.

Karena itu, Amure meminta Malaysia membuka dialog dengan negara-negara peserta dan federasi olahraga terkait untuk membahas kembali keputusan tersebut.

Untuk itu, Politikus PKB ini berharap panjat tebing tetap dipertandingkan dalam SEA Games 2027 sehingga atlet-atlet di kawasan Asia Tenggara tetap memiliki kesempatan untuk berkompetisi dan mengukir prestasi.

“Malaysia saya harap segera meninjau ulang keputusan ini. Masukkan kembali panjat tebing sebagai cabang pertandingan. Ini bukan semata-mata kepentingan Indonesia, tetapi juga kepentingan pembinaan olahraga dan kesempatan berprestasi bagi atlet-atlet Asia Tenggara,” pungkasnya.

Editor: Azis Arriadh

LAINNYA