x

Suahasil Lapor ke Prabowo, APBN Masih Butuh Rp 990 T untuk Belanja

Laporan: Dhanis

waktu baca 3 menit
Rabu, 4 Nov 2026 09:06 10

TODAYNEWS.ID – Presiden Prabowo Subianto menerima laporan mengenai perkembangan ekonomi Indonesia dalam rapat terbatas bersama sejumlah menteri Kabinet Merah Putih, di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (3/11/2026).

Dalam rapat tersebut, sejumlah indikator dilaporkan menunjukkan tren positif, mulai dari inflasi yang masih terkendali hingga aktivitas industri manufaktur yang semakin ekspansif.

Menteri Keuangan (Menkeu) Suahasil Nazara, mengatakan pemerintah turut melaporkan perkembangan arus modal asing serta kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga akhir Oktober 2026.

Suahasil menyebut inflasi Indonesia pada Oktober 2026 tercatat sebesar 3,23%. Angka tersebut masih berada dalam rentang sasaran inflasi pemerintah, yakni 2,5% dengan toleransi plus minus 1%.

“Kemarin kan keluar data rilis dari BPS mengenai inflasi 3,23 persen itu di dalam range yang memang menjadi sasaran target dari inflasi Indonesia. Jadi ini on track inflasinya,” kata Suahasil seusai rapat.

Dia menjelaskan rentang sasaran inflasi pemerintah berada pada kisaran 1,5% hingga 3,5%. Dengan capaian tersebut, pemerintah menilai perkembangan harga barang dan jasa masih sesuai dengan perhitungan ekonomi yang telah ditetapkan.

Selain inflasi, sektor manufaktur juga menunjukkan penguatan. Suahasil mengungkapkan Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur Indonesia pada Oktober 2026 meningkat dari kisaran 52 menjadi 54.

Kenaikan indeks tersebut mengindikasikan adanya optimisme pelaku usaha terhadap peningkatan permintaan. Kondisi itu juga mendorong perusahaan mempersiapkan peningkatan produksi dengan menambah pembelian bahan baku dan kebutuhan input lainnya.

“Ini menunjukkan bahwa para pengusaha kita membayangkan bahwa akan ada peningkatan permintaan karena itu pengusaha mulai siap-siap untuk meningkatkan produksi dengan membeli input lebih banyak,” jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Suahasil juga menyampaikan perkembangan aliran modal asing di pasar keuangan Indonesia. Menurutnya, arus modal asing masih masuk melalui instrumen Surat Berharga Negara (SBN) dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).

Sementara itu, dari sisi fiskal, realisasi pendapatan dan belanja negara hingga penutupan Oktober 2026 disebut masih berjalan sesuai rencana.

Meski demikian, pemerintah masih harus mengoptimalkan penerimaan negara dan memastikan penyerapan anggaran berjalan efektif pada November dan Desember 2026.

Suahasil memaparkan, pemerintah masih perlu mengumpulkan penerimaan negara lebih dari Rp 600 triliun dalam dua bulan terakhir tahun ini. Adapun belanja negara yang belum terealisasi mencapai sekitar Rp 990 triliun.

“Untuk pendapatan negara kami harus mengumpulkan lagi November-Desember ini sekitar 600 triliun lebih dan untuk belanja negara masih sekitar 990 triliun akan dibelanjakan,” tuturnya.

Terkait hal tersebut, Prabowo meminta kementerian dan lembaga tetap mengedepankan efisiensi dalam menggunakan anggaran negara. Percepatan belanja menjelang penutupan tahun anggaran tetap dapat dilakukan, tetapi harus disertai tata kelola yang baik.

Suahasil mengatakan peningkatan penyerapan anggaran pada akhir tahun merupakan hal yang lazim terjadi. Namun, pelaksanaannya harus tetap memperhatikan efektivitas penggunaan uang negara dan target keluaran dari setiap program.

“Dua bulan terakhir seperti biasa namanya operasi APBN itu kalau di akhir tahun biasanya itu ngegas lebih cepat, lebih besar itu silakan tetapi harus tetap efisien. Harus tetap dalam tata kelola yang baik dan tentu harus dilakukan sesuai dengan target output yang dicanangkan ketika meminta anggaran tersebut,” pungkasnya.

Editor: Azis Arriadh

LAINNYA