x

Didukung Golkar dan PKS, Gerindra Sepakat Ambang Batas Parlemen 5 Persen

waktu baca 3 menit
Rabu, 16 Sep 2026 22:20 40 Dhanis Iswara

TODAYNEWS.ID – Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Partai Gerindra Sugiono, menyatakan bahwa partainya menyepakati ambang batas parlemen atau parliamentary threshold (PT) sebesar 5 persen dalam pembahasan revisi Undang-Undang (UU) Pemilu.

Sugiono mengatakan angka tersebut menjadi salah satu hal yang dibicarakan dalam pertemuan sejumlah ketua umum partai politik koalisi pemerintah saat dirinya tengah mendampingi Presiden Prabowo Subianto dalam kunjungan kerja ke New Delhi, India.

Sedangkan dalam pertemuan tersebut, kata Sugiono, partainya diwakili oleh Ketua Harian DPP Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad.

“Jadi kemarin beberapa ketua umum partai berkumpul. Partai Gerindra waktu itu diwakili oleh Pak Dasco selaku Ketua Harian untuk membicarakan mengenai hal-hal yang perlu dibicarakan dalam rangka Undang-Undang Pemilu,” kata Sugiono di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (16/9/2026).

Sugiono menyebut pertemuan tersebut dihadiri oleh ketua umum maupun perwakilan partai politik yang tergabung dalam koalisi pemerintah.

Dia menegaskan bahwa Partai Gerindra menyepakati besaran ambang batas sebesar 5 persen. Menurutnya, sikap serupa juga telah disampaikan oleh Partai Golkar dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

“Sepertinya semua sepakat. Tapi saya kira saya tidak bisa berbicara atas nama partai-partai lain. Gerindra juga sepakat soal PT 5 persen,” ujarnya.

“Seperti juga kemarin Golkar juga menyampaikan, PKS juga menyampaikan, dan saya kira itu yang kita sepakati,” sambung Sugiono.

Selain membahas ambang batas parlemen, pertemuan tersebut juga membicarakan sejumlah aspek lain dalam revisi UU Pemilu. Salah satunya terkait upaya membuat pelaksanaan pemilu menjadi lebih efektif dan efisien.

Menurut Sugiono, pembahasan juga diarahkan agar suara masyarakat yang belum terakomodasi dapat tetap diperhatikan dalam sistem pemilu.

“Kemudian beberapa hal lain juga dibicarakan yang intinya adalah bagaimana pemilu ini bisa lebih efisien, efektif, kemudian juga bagaimana suara-suara rakyat, yaitu yang tersisa atau apa, itu tetap bisa terakomodir dengan baik. Karena bagaimanapun ya itu adalah suara dan aspirasi mereka,” katanya.

Sugiono menegaskan terdapat tiga garis besar yang menjadi perhatian dalam pembahasan tersebut, yakni membuat pemilu lebih efektif, efisien, serta mengoptimalkan suara pemilih yang terbuang agar dapat diakomodir.

“Jadi kurang lebih garis besarnya seperti itu. Bahwa satu, pemilu lebih efektif. Kedua, pemilu itu efisien. Ketiga, keterlibatan seluruh rakyat, dalam hal ini suara-suara yang kadang-kadang ada suara yang terbuang, yang tersisa, itu juga bisa diakomodir seoptimal mungkin,” ujarnya.

Meski demikian, Sugiono mengatakan angka 5 persen tersebut belum menjadi keputusan final seluruh partai politik. Pertemuan lanjutan masih diperlukan untuk mencapai kesepakatan bersama.

“Itu yang kemarin dibicarakan. Nanti kan ujungnya kesepakatan, ya kita kumpul lagi. Tapi belum tahu kapan, apakah di tahun ini atau di tahun depan, ya seperti apa nanti. Ya kita lihat aja nanti,” demikian Sugiono.

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

2 days ago
2 days ago
4 days ago
1 week ago
1 week ago
1 week ago

LAINNYA
x
x

mancingduit

situs slot gacor