x

Iran Kembali Tembak Jatuh Drone MQ-1 AS di Selat Hormuz

waktu baca 2 menit
Senin, 14 Sep 2026 22:20 75 Dhanis Iswara

TODAYNEWS.ID – Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengklaim telah mencegat dan menghancurkan sebuah drone canggih tipe MQ-1 milik Amerika Serikat di atas Selat Hormuz.

Kantor Humas IRGC menyatakan pada Senin bahwa pesawat nirawak tersebut terdeteksi lalu dilumpuhkan oleh sistem pertahanan udara canggih yang dioperasikan oleh Angkatan Udara IRGC. Operasi ini berjalan di bawah kendali jaringan pertahanan udara terpadu Iran.

“Drone canggih MQ-1 dicegat dan dihancurkan di langit Selat Hormuz,” tulis pernyataan resmi IRGC seperti dilaporkan kantor berita Press TV, pada Senin (14/9/2026).

Sementara itu, Angkatan Laut IRGC menambahkan bahwa pasukan AS dalam beberapa hari terakhir mulai mengirimkan kapal-kapal tak berawak ke Selat Hormuz.

Langkah tersebut dinilai sebagai bentuk kekhawatiran AS untuk mendekat dan berkonfrontasi langsung dengan pasukan Iran.

“Tentara teroris dan agresor AS dalam beberapa hari terakhir telah mengirimkan kapal-kapal tak berawak ke Selat Hormuz karena takut mendekati dan berkonfrontasi dengan pasukan Iran,” tulis pernyataan tersebut, mengutip IRNA.

Adapun insiden ini terjadi hanya sepekan setelah sistem pertahanan udara Angkatan Darat Iran berhasil menembak jatuh drone buatan AS dengan tipe serupa di kawasan strategis tersebut.

Sebagai informasi, selama satu dekade terakhir, pasukan Iran telah berulang kali menembak jatuh dan menyita berbagai aset militer bernilai tinggi milik AS.

Aset-aset tersebut meliputi drone siluman RQ-170 Sentinel, drone tempur MQ-9 Reaper, hingga kapal permukaan dan pesawat luncur bawah air tanpa awak di kawasan Teluk Persia.

Menurut laporan Bloomberg, Iran telah menghancurkan lebih dari 20 unit MQ-9 sejak konflik memanas. Jumlah ini mencakup hampir 20 persen dari total inventaris Pentagon sebelum perang. Dengan harga per unit mencapai 30 juta dolar AS (sekitar Rp460 miliar), total kerugian AS diperkirakan menembus angka 1 miliar dolar AS.

Menurut kesaksian kongres yang dikutip oleh Bloomberg dan The War Zone, terungkap bahwa armada MQ-9 Reaper operasional milik Angkatan Udara AS kini tersisa sekitar 135 unit.

Angka ini berada jauh di bawah ambang batas minimum yang ditetapkan Pentagon, yaitu 189 unit. Pihak produsen, General Atomics, mengonfirmasi bahwa unit baru yang tersisa untuk dibeli kurang dari 10 unit seiring berhentinya lini produksi MQ-9A.

Sedangkan pihak produsen, General Atomics, mengonfirmasi bahwa unit baru yang tersisa untuk dibeli kurang dari 10 unit seiring berhentinya lini produksi MQ-9A.

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

2 days ago
2 days ago
3 days ago
7 days ago
1 week ago
1 week ago

LAINNYA
x
x

mancingduit

situs slot gacor