Sumsel United U-19 mencatat sejarah sebagai juara perdana Elite Pro Academy Championship U-19 2025/2026. (Dok. I.League) TODAYNEWS.ID — Sumsel United U-19 mencatat sejarah sebagai juara perdana Elite Pro Academy Championship U-19 2025/2026. Tim asal Sumatera Selatan itu sukses mengangkat trofi setelah menaklukkan Persiku Kudus U-19 di partai final.
Laga final berlangsung di Lapangan Akademi Garudayaksa, Bekasi, Sabtu (16/5/2026). Sumsel United U-19 menang dramatis dengan skor tipis 3-2.
Pertandingan berjalan sulit bagi Sumsel United U-19 pada awal laga. Mereka sempat tertinggal dua gol lebih dulu melalui gol Bagus Pradana pada menit ke-17 dan Maulana Aldiansyah semenit kemudian.
Meski tertinggal cepat, Sumsel United U-19 mampu bangkit dan membalikkan keadaan. Gol-gol kemenangan dicetak oleh Pasha Andrio dan dua gol dari Muhammad Daffa Trihardi.
Muhammad Daffa Trihardi menjadi pahlawan kemenangan lewat brace yang dicetak pada menit ke-29 dan menit ke-77. Sementara satu gol lainnya disumbangkan Pasha Andrio pada menit ke-33.
Pelatih Sumsel United U-19, Ardi Hernando, mengaku bersyukur atas keberhasilan timnya meraih gelar juara. Dia menilai pencapaian itu merupakan hasil dari persiapan matang dan konsistensi para pemain sepanjang kompetisi.
“Alhamdulillah ya, dari awal kita persiapan menghadapi pertandingan sampai titik terakhir hari ini, kita berjalan alhamdulillah cukup lancar dan anak-anak juga sudah maksimal,” kata Ardi dalam keterangannya, Sabtu (16/5/2026).
Ardi juga memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan EPA Championship untuk kelompok usia U-19. Menurut dia, kompetisi tersebut menjadi wadah penting bagi perkembangan pemain muda Indonesia.
Dia menilai kehadiran EPA Championship memberi tambahan jam terbang bagi pemain muda selain kompetisi EPA Super League. Kompetisi itu dinilai membuka lebih banyak kesempatan bermain bagi talenta usia muda.
“Sangat bagus sekali ya. Jadi anak-anak usia under-19 ada wadah kompetisi selain di EPA Liga 1 (Super League). Jadi EPA Liga 2 (Championship) bisa menambah jam terbang buat anak-anak,” ucap Ardi.
Ardi berharap kualitas kompetisi EPA Championship bisa semakin meningkat pada musim berikutnya. Dia menyebut pelaksanaan musim ini sudah berjalan cukup baik dan memberikan pengalaman berharga bagi para pemain muda.
Sementara itu, Direktur Kompetisi I.League, Asep Saputra, bersyukur kompetisi perdana EPA Championship U-19 berjalan lancar. Menurutnya, penyelenggaraan musim pertama menjadi langkah awal yang penting.
“Ya, pertama kita bersyukur lah ya, alhamdulillah event perdana untuk yang Championship. Dan kita lihat juga, pertama sih apresiasi juga ya, karena 20 klub ikut berpartisipasi,” tutur Asep.
Asep menambahkan I.League masih akan melakukan berbagai improvisasi untuk pengembangan kompetisi ke depan. Meski saat ini masih menggunakan sistem sentralisasi, EPA Championship disebut akan terus dilanjutkan di berbagai jenjang usia.