Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Kota Tangerang terlibat dalam Jakarta Prime Expo 2026 yang digelar pada 7–10 Mei 2026 di Mal Artha Gading. TODAYNEWS.ID — Pemerintah daerah mulai agresif memperluas pasar dan menarik investor melalui Jakarta Prime Expo 2026 yang digelar pada 7–10 Mei 2026 di Mal Artha Gading.
Ajang tersebut diproyeksikan menjadi salah satu platform promosi terbesar yang mempertemukan sektor investasi, UMKM, ekonomi kreatif, dan pariwisata daerah dengan pasar nasional.
Expo tersebut tidak hanya menghadirkan produk unggulan daerah, tetapi juga membawa misi memperkuat daya saing ekonomi lokal. Pemerintah daerah memanfaatkan kegiatan itu untuk membuka akses pasar yang lebih luas bagi pelaku usaha.
Sejumlah instansi strategis ikut ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Beberapa di antaranya adalah Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Kota Tangerang, DPMPTSP Kabupaten Bandung Barat, Bappeda Kota Makassar, serta Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Belitung Timur.
Kabupaten Bandung Barat menjadi salah satu daerah yang menarik perhatian dalam expo tersebut. Daerah itu membawa capaian pertumbuhan investasi yang meningkat signifikan sepanjang 2025.
Berdasarkan data terbaru, realisasi investasi Kabupaten Bandung Barat mencapai Rp6,37 triliun pada 2025. Angka itu meningkat sekitar 63,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Potensi yang dipromosikan Kabupaten Bandung Barat meliputi sektor agroindustri, pariwisata, industri kreatif, hingga kawasan industri ringan. Pemerintah daerah berharap promosi tersebut mampu menarik investor baru ke wilayahnya.
Sementara itu, Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Kota Tangerang membawa berbagai produk UMKM unggulan untuk tampil lebih kompetitif di pasar nasional.
Produk-produk tersebut mengedepankan kreativitas dan identitas budaya lokal.
Salah satu brand yang menarik perhatian adalah Minimax Gallery asal Tangerang. Brand tersebut menghadirkan sandal kayu handmade berbahan kayu jati dan mahoni yang dipadukan dengan kain batik serta tenun tradisional Indonesia.
Minimax Gallery juga dikenal mengusung konsep keberlanjutan dalam proses produksinya. Brand itu memanfaatkan limbah kayu furniture dan sisa kain konveksi sekaligus memberdayakan pengrajin lokal.
Selain itu, Tangerang juga menghadirkan Salameena yang memperkenalkan koleksi hijab printing dengan desain eksklusif. Salameena turut mengembangkan produk gamis dan mukena travel untuk memperluas pasar modest fashion modern.
Dari sektor investasi hijau, Kota Makassar memperkenalkan proyek strategis Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik atau PSEL. Proyek tersebut diproyeksikan mampu mengolah hingga 1.200 ton sampah per hari dengan nilai investasi sekitar Rp2,4 triliun.
Pemerintah Kota Makassar menilai proyek PSEL menjadi salah satu contoh pengembangan energi terbarukan yang mulai diminati investor nasional. Investasi hijau disebut memiliki potensi besar dalam pengembangan ekonomi berkelanjutan.
Sementara itu, Kabupaten Belitung Timur hadir membawa konsep “Inspiring Beltim – Pesona Negeri Laskar Pelangi”. Daerah tersebut mempromosikan lada putih khas daerah, kopi lokal, produk olahan hasil laut, hingga berbagai kerajinan tangan binaan Dekranasda sebagai bagian dari penguatan ekonomi kreatif dan pariwisata berbasis budaya.