I.League resmi mengumumkan hasil Club Licensing Cycle 2025/26, Rabu (13/5/2026). TODAYNEWS.ID — I.League resmi mengumumkan hasil Club Licensing Cycle 2025/26 sebagai bagian dari peningkatan profesionalisme klub sepak bola Indonesia. Pengumuman tersebut disampaikan dalam jumpa pers di Kantor I.League pada Rabu (13/5/2026) sore WIB.
Jumpa pers tersebut dihadiri Direktur Bisnis dan Komersial I.League, Sadikin Aksa, Direktur Kompetisi I.League Asep Saputra, serta Ketua Komite Club Licensing Essy Asiah.
Dalam proses Club Licensing Cycle 2025/26, seluruh klub peserta menjalani evaluasi terhadap lima aspek utama. Penilaian itu meliputi sporting, infrastructure, personnel and administrative, legal, serta financial.
Untuk kategori lisensi ACL 2, terdapat delapan klub yang memperoleh status Granted. Klub-klub tersebut adalah PSM Makassar, Persebaya Surabaya, Borneo FC Samarinda, Persita, Dewa United Banten FC, Persik Kediri, Persib Bandung, dan Persija Jakarta.
Sementara itu, delapan klub lainnya mendapatkan status Granted with Sanctions. Klub tersebut terdiri dari Bhayangkara Presisi Lampung FC, Arema FC, Semen Padang FC, Madura United FC, Bali United FC, Malut United FC, Persis Solo, dan Persijap Jepara.
Pada kategori lisensi Super League, sebanyak 25 klub dinyatakan memperoleh status Granted. Enam belas klub pemegang lisensi ACL 2 otomatis memenuhi syarat lisensi Super League.
Selain itu, sembilan klub lain yang mendapatkan lisensi Super League adalah PSIM Yogyakarta, PSS Sleman, Persipura Jayapura, PS Barito Putera, Deltras FC, Adhyaksa FC, Garudayaksa FC, PSPS Pekanbaru, dan PSMS Medan.
Sementara pada kategori lisensi Championship, FC Bekasi City menjadi satu-satunya klub yang memperoleh status Granted. Hasil tersebut menjadi bagian dari proses peningkatan standar kompetisi nasional.
Untuk lisensi Liga Nusantara, empat klub berhasil mendapatkan status Granted. Klub tersebut yakni RANS Nusantara FC, PSGC Ciamis, Dejan FC, dan Persiba Bantul.
Direktur Kompetisi I.League, Asep Saputra, menyebut proses club licensing menjadi bagian penting dalam membangun profesionalisme klub di Indonesia.
Menurutnya, lisensi klub bukan hanya soal administrasi, tetapi fondasi pengembangan sepak bola nasional.
“Club licensing bukan sekadar pemenuhan administrasi, tetapi menjadi fondasi penting dalam membangun ekosistem sepak bola nasional yang profesional, sehat, dan berkelanjutan. Kami mengapresiasi seluruh klub yang telah mengikuti proses ini dengan baik,” ujar Asep.
Ketua Komite Club Licensing, Essy Asiah, menambahkan proses lisensi musim ini juga dibarengi pendampingan kepada klub.
“Kami berharap langkah ini dapat terus mendorong peningkatan kualitas kompetisi dan perkembangan sepak bola Indonesia ke depannya,” kata Essy.