x

Revalidasi Marine Inspector, Kemenhub Tekankan Kesiapan Armada Jelang Nataru

Laporan: Azis Arriadh

waktu baca 2 menit
Selasa, 3 Nov 2026 17:02 32

TODAYNEWS.ID – Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan menggelar revalidasi bagi 143 pemeriksa keselamatan kapal untuk memperkuat pengawasan menjelang Angkutan Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 (Nataru) serta Angkutan Lebaran 2027.

Peserta terdiri atas 102 Marine Inspector Type A dan 41 Marine Inspector Type B. Revalidasi Pejabat Pemeriksa Keselamatan Kapal (PPKK) tersebut diarahkan untuk menjaga kompetensi dan profesionalisme petugas dalam memeriksa kelaiklautan kapal.

Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Gigih Retnowati membuka kegiatan itu di Jakarta, Senin (2/11). Ia menekankan bahwa kualitas pemeriksaan menjadi bagian penting dalam memastikan armada yang melayani masyarakat memenuhi persyaratan keselamatan.

Menurut Gigih, pemeriksa perlu terus memperbarui pemahaman terhadap regulasi nasional maupun internasional. Ia merujuk Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 110 Tahun 2016 tentang Pejabat Pemeriksa Keselamatan Kapal sebagai dasar penguatan kompetensi dan integritas petugas.

Revalidasi juga menjadi sarana untuk mempertajam kepekaan pemeriksa terhadap persoalan di lapangan. Penguasaan teknis diperlukan agar petugas mampu mengambil pertimbangan secara tepat dan proporsional ketika menjalankan pemeriksaan, pengawasan, maupun pelayanan keselamatan pelayaran.

Menjelang masa angkutan libur panjang, Gigih meminta jajarannya memberikan perhatian pada kelaiklautan armada, fungsi perlengkapan keselamatan, serta kompetensi awak kapal. Kesiapan awak menghadapi keadaan darurat juga menjadi bagian yang harus diperiksa.

Ia menekankan bahwa ketelitian dan integritas petugas harus menyertai seluruh proses pemeriksaan. Penguatan kemampuan pemeriksa diharapkan dapat mendukung perlindungan terhadap penumpang, awak kapal, lingkungan laut, dan harta benda.

“Marine Inspector memiliki tanggung jawab besar dalam memastikan kapal yang beroperasi benar-benar memenuhi persyaratan keselamatan dan kelaiklautan. Pemeriksaan tidak boleh hanya menjadi formalitas administratif, tetapi harus dilaksanakan secara cermat, profesional, dan berdasarkan pertimbangan teknis yang tepat. Hal ini penting untuk melindungi keselamatan penumpang, awak kapal, lingkungan laut, serta harta benda,” ujarnya.

“Setiap kapal yang akan beroperasi harus dipastikan memenuhi persyaratan kelaiklautan, perlengkapan keselamatannya berfungsi dengan baik, serta awak kapalnya memiliki kompetensi dan kesiapan dalam menghadapi kondisi darurat. Saya meminta seluruh Marine Inspector melaksanakan pemeriksaan secara teliti, konsisten, dan berintegritas sehingga penyelenggaraan angkutan laut pada periode Nataru maupun Lebaran dapat berlangsung dengan selamat, aman, tertib, dan lancar,” tegasnya.

“Jadilah Marine Inspector yang kompeten, profesional, berintegritas, dan tegas dalam menjalankan aturan. Amanah yang diberikan harus dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab karena di tangan para pemeriksa terdapat tanggung jawab besar untuk menjaga keselamatan pelayaran,” tutupnya.

Gigih juga meminta peserta mengikuti seluruh rangkaian revalidasi dengan sungguh-sungguh hingga selesai. Kehadiran dan keaktifan dalam setiap tahapan menjadi bagian dari penilaian dan kelulusan peserta.

Editor: Azis Arriadh

LAINNYA