x

Pernyataan Prabowo Dinilai Anti-Kritik, Pengamat Sebut Demokrasi Alami Kemunduran

waktu baca 2 menit
Senin, 27 Jul 2026 16:00 30 Dhanis Iswara

TODAYNEWS.ID – Direktur Rumah Politik Indonesia, Fernando Emas, menyoroti pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang dinilai berulang kali melontarkan narasi provokatif terhadap pihak-pihak yang mengkritik pemerintahannya.

Teranyar, pada acara Harlah ke-28 Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Prabowo sempat menyebut wartawan, pengamat, dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang sering bersuara kritis sebagai “Londo Ireng” (pengkhianat).

Fernando juga menyinggung penggunaan diksi keras lainnya yang dinilai kurang pantas disampaikan seorang kepala negara, seperti kalimat “ndasmu dan bajingan”.

Menurut Fernando, gaya komunikasi tersebut semakin menegaskan sikap pemerintah yang anti-kritik serta berpotensi memicu perpecahan dengan kelompok media, pengamat, dan LSM.

“Semakin menunjukkan kualitas demokrasi di Indonesia dan terjadinya kemunduran pada pemerintahan Prabowo Subianto,” kata Fernando pada Senin (27/7/2026).

Fernando menilai, narasi bernada permusuhan berisiko memicu rasa saling curiga di tengah masyarakat. Ia menduga pola komunikasi ini sengaja dilempar ke publik karena basis kepemimpinan politik pemerintah yang dinilai belum sepenuhnya solid.

“Mungkin saja hal tersebut sengaja dilontarkan oleh Prabowo karena sadar bahwa sampai saat ini pondasi kepemimpinannya masih rapuh dan belum kuat sehingga sangat begitu mengandalkan TNI,” ujarnya.

Dampak dari kondisi tersebut, lanjut Fernando, tampak dari meluasnya keterlibatan TNI di ranah sipil, termasuk maraknya penempatan purnawirawan TNI pada posisi strategis di birokrasi pemerintahan dan BUMN.

Lebih lanjut, Fernando juga menggarisbawahi, meskipun telah berjalan hampir dua tahun pemerintahan Prabowo, konsolidasi politik terhadap lembaga negara dan elemen masyarakat dinilainya masih belum tuntas.

Meskipun sebagian besar partai politik telah bergabung dalam koalisi, Fernando menilai komitmen tersebut belum sepenuhnya solid lantaran para pimpinannya lincah seperti kancil mencari peluang untuk kepentingan Pilpres 2029.

“Pernyataan Prabowo beberapa kali membuat musuh-musuh baru terhadap pemerintahannya. Sehingga sangat tidak menunjukkan sebagai pemimpin yang mengedepankan sikap negarawan, merangkul semua kalangan termasuk kelompok yang berseberangan dengan pemerintahannya,” tuturnya.

Oleh karena itu, Fernando pun ragu jika sikap dan pernyataan-pernyataan seperti ini terus keluar ke publik, maka ia memprediksi pemerintahan Prabowo tak dapat bertahan hingga Pemilu 2029.

“Saya semakin ragu, bahwa pemerintahan Prabowo akan bertahan sampai 2029 dengan melihat caranya menggunakan kekuasaan dan memimpin Indonesia termasuk kinerja para pembantunya,” pungkasnya.

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

5 hours ago
2 days ago
5 days ago
6 days ago
6 days ago
1 week ago

LAINNYA
x
x

mancingduit

situs slot gacor