x

Kemenkeu: Penerimaan Pajak Tembus Rp834,4 Triliun hingga Mei 2026, Tumbuh 22,1 Persen

waktu baca 2 menit
Jumat, 5 Jun 2026 17:44 32 Afrizal Ilmi

TODAYNEWS.ID — Kinerja penerimaan pajak nasional menunjukkan tren positif hingga akhir Mei 2026. Kementerian Keuangan mencatat realisasi penerimaan pajak mencapai Rp834,4 triliun atau tumbuh 22,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Pada Mei 2025, penerimaan pajak tercatat sebesar Rp683,3 triliun. Kenaikan signifikan tahun ini menjadi sinyal membaiknya aktivitas ekonomi dan kepatuhan perpajakan di berbagai sektor usaha.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan pertumbuhan penerimaan pajak saat ini berbalik arah dibandingkan kondisi tahun lalu. Menurutnya, capaian tersebut mencerminkan pemulihan yang semakin kuat.

“Tahun lalu pertumbuhan pajaknya negatif, sekarang positif,” kata Purbaya Yudhi Sadewa dalam konferensi pers APBN KiTa Edisi Juni 2026 di Jakarta, Jumat (5/6/2026).

Secara rinci, penerimaan dari Pajak Penghasilan (PPh) Badan dan deposit PPh Badan mencapai Rp167,6 triliun. Angka tersebut tumbuh 23,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Sementara itu, penerimaan PPh Orang Pribadi dan PPh Pasal 21 tercatat sebesar Rp123,1 triliun. Kinerja ini meningkat 26 persen dan menjadi salah satu kontributor utama pertumbuhan penerimaan pajak.

Untuk kelompok PPh Final, PPh Pasal 22, dan PPh Pasal 26, realisasinya mencapai Rp138,7 triliun. Komponen tersebut masih mencatatkan pertumbuhan positif sebesar 5,2 persen.

Kementerian Keuangan menilai pertumbuhan penerimaan PPh badan dan PPh orang pribadi menunjukkan peningkatan penghasilan pelaku usaha maupun masyarakat. Kondisi ini mencerminkan aktivitas ekonomi yang semakin bergairah.

Dari sisi pajak konsumsi, penerimaan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) mencatat pertumbuhan paling tinggi. Hingga akhir Mei 2026, realisasinya mencapai Rp315,7 triliun atau naik 41,3 persen.

Peningkatan tersebut dinilai menjadi indikator kuat bahwa konsumsi domestik masih terjaga. Daya beli masyarakat juga dinilai tetap solid meski ekonomi global masih menghadapi berbagai tantangan.

Di sisi lain, kelompok penerimaan pajak lainnya masih mengalami kontraksi. Realisasi pada kelompok ini tercatat sebesar Rp89,3 triliun atau turun 6 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Berdasarkan sektor usaha, perdagangan menjadi penyumbang pertumbuhan penerimaan tertinggi dengan kenaikan 52,4 persen. Pertumbuhan tersebut didorong oleh perdagangan besar bahan bakar minyak serta meningkatnya aktivitas perdagangan digital.

Sektor industri pengolahan mencatat pertumbuhan penerimaan pajak sebesar 19,7 persen. Kinerja ini terutama ditopang oleh meningkatnya profitabilitas industri minyak kelapa sawit.

Sementara sektor pertambangan membukukan pertumbuhan 28,2 persen berkat membaiknya kinerja subsektor minyak dan gas bumi. Adapun kelompok sektor lainnya juga tumbuh 19,6 persen sejalan dengan aktivitas ekonomi yang terus menunjukkan tren positif.

Kinerja penerimaan pajak hingga Mei 2026 memperlihatkan fondasi ekonomi domestik yang masih kuat. Pertumbuhan yang terjadi di hampir seluruh jenis pajak dan sektor usaha menjadi indikasi meningkatnya aktivitas bisnis, konsumsi masyarakat, serta keuntungan perusahaan di berbagai bidang ekonomi.

 

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

2 days ago
3 days ago
3 days ago
4 days ago
4 days ago
4 days ago

LAINNYA
x
x

mancingduit