x

Fajar/Joaquin Selamatkan Indonesia, Paksa Laga Penentuan Lawan Thailand di Piala Thomas 2026

waktu baca 3 menit
Minggu, 26 Apr 2026 21:00 23 Afrizal Ilmi

TODAYNEWS.ID — Ganda putra Indonesia Fajar Alfian/Nikolaus Joaquin sukses menyamakan kedudukan menjadi 2-2 melawan Thailand di fase grup Piala Thomas 2026. Kemenangan ini memastikan pertandingan berlanjut ke partai penentuan setelah Indonesia sempat tertinggal.

Fajar/Joaquin meraih kemenangan dramatis atas pasangan Thailand. Mereka menaklukkan Peeratchai Sukphun/Pakkapon Teeraratsakul melalui rubber game.

Skor akhir pertandingan adalah 19-21, 21-17, dan 25-23. Duel berlangsung ketat hingga poin-poin akhir gim penentuan.

Kemenangan ini menjadi krusial bagi Indonesia. Pasangan tersebut berhasil menghindarkan tim dari kekalahan di laga keempat.

Fajar mengaku lega bisa menyumbang poin penting. Ia juga menyebut pertandingan berjalan sangat menegangkan.

“Syukur alhamdulillah bisa mengambil poin dari lawan, menyamakan kedudukan. Partai yang sangat ramai, seru dan juga luar biasa rasanya bisa berpasangan dengan Joaquin. Ini strategi pelatih dan kami bersyukur bisa menjalankan tugas dengan baik,” ujar Fajar.

Ia juga mengingat pengalaman kurang menyenangkan di edisi sebelumnya. Saat itu, Fajar bersama Muhammad Rian Ardianto sempat kalah dari pasangan Thailand.

“Saya sempat terlintas kekalahan dari pasangan Thailand ini saat masih berpasangan dengan Rian, itu terjadi di Piala Thomas juga. Masuk lapangan sempat tegang juga karena tim tertinggal 1-2,” papar Fajar.

Sebagai pasangan baru, Fajar/Joaquin mengaku masih beradaptasi di awal laga. Mereka mencoba menemukan ritme permainan yang tepat.

Pada gim pertama, keduanya belum tampil optimal. Namun, komunikasi yang baik menjadi kunci kebangkitan di gim berikutnya.

“Tadi kami di gim ketiga sudah memimpin jauh dan saya rasa sudah cukup fokus, tidak ingin terkejar poinnya. Namun lawan bermain sangat all out, tidak mau menyerah,” kata Joaquin.

Fajar menambahkan bahwa mereka berusaha tetap tenang. Pendekatan bermain rileks membantu menjaga konsistensi di lapangan.

“Tapi bagaimana kami mencoba rileks, mencoba enjoy di dalam lapangan. Di gim pertama masih adaptasi, masih belum klop permainannya tapi di gim kedua kami mencoba komunikasi dengan baik dan akhirnya bisa menerapkan strategi yang diinginkan,” ungkap Fajar.

Dalam pertandingan tersebut, keduanya juga menyoroti keputusan hakim servis. Mereka mengaku sempat terganggu oleh beberapa keputusan.

“Cukup kesal dengan keputusan-keputusan service judge tapi bukan hanya untuk kami tapi juga untuk pasangan Thailand saya rasa,” ucap Fajar.

Joaquin menyebut beberapa kali mereka dinyatakan fault saat servis. Hal itu sempat memengaruhi momentum permainan.

“Beberapa kali juga, mungkin total 6 kali di-fault servis saya dan a Fajar. Cukup mengganggu tapi kami coba tidak memikirkan itu, fokus cari satu poin demi satu poin lagi,” beber Joaquin.

Meski demikian, keduanya mampu menjaga fokus hingga akhir laga. Mereka berhasil mengamankan kemenangan penting bagi tim.

Joaquin juga mengaku mendapat banyak pelajaran dari pertandingan ini. Ia merasa pengalaman tersebut sangat berharga dalam kariernya.

“Ini jadi pengalaman berharga untuk saya. Senang sekali di Piala Thomas bisa berpasangan dengan a Fajar lalu di kursi pelatih ada koh Anton dan koh Hendra. Saya banyak mendapat ilmu,” pungkas Joaquin.

 

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

7 hours ago
2 days ago
3 days ago
3 days ago
4 days ago
4 days ago

LAINNYA
x
x