x

Mendag Dorong Pertemuan JTC dengan Mesir Digelar Tahun Ini

waktu baca 3 menit
Sabtu, 8 Agu 2026 12:43 31 Azis Arriadh

TODAYNEWS.ID – Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso berharap pertemuan kedua Komite Perdagangan Bersama (Joint Trade Committee/JTC) Indonesia dan Mesir dapat digelar pada 2026. Pertemuan tersebut dinilai penting untuk memperkuat kerja sama perdagangan dan investasi antara kedua negara.

Harapan itu disampaikan Budi dalam pertemuan bilateral bersama Menteri Investasi dan Perdagangan Luar Negeri Mesir Mohamed Farid Saleh di Jaipur, India, Jumat (7/8).

Dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu, Budi menjelaskan pertemuan tersebut membahas berbagai langkah untuk mempererat kerja sama perdagangan Indonesia dan Mesir. Salah satunya adalah usulan memulai perundingan ekonomi bilateral melalui skema Preferential Trade Agreement (PTA) dan Free Trade Agreement (FTA).

“Kami berharap, komitmen perdagangan dan investasi kedua negara dapat makin diperkuat dengan segera dimulainya perundingan dalam skema PTA dan FTA. Untuk mempercepat dimulainya perundingan tersebut, Indonesia mendorong agar pertemuan JTC kedua dapat dijadwalkan pada 2026,” kata Budi.

Sebagai langkah awal untuk mempercepat proses itu, Budi mengusulkan agar kedua negara menggelar komunikasi dan pembahasan secara daring sebelum pertemuan JTC dilaksanakan secara langsung.

Dalam pertemuan perdana JTC, Indonesia dan Mesir telah menyepakati penjajakan pembentukan perjanjian perdagangan guna meningkatkan nilai perdagangan dan investasi. Kesepakatan tersebut kemudian diperkuat melalui Pernyataan Bersama tentang Kemitraan Strategis antara Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Republik Arab Mesir.

Pernyataan bersama yang membuka peluang penjajakan perjanjian ekonomi bilateral tersebut ditandatangani Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden Republik Arab Mesir Abdel Fattah El-Sisi pada 12 April 2025.

Budi mengatakan Indonesia telah menyerahkan Terms of Reference (TOR) kepada Mesir pada 10 Oktober 2025. Indonesia juga menyampaikan usulan peluncuran perundingan beserta draf Joint Ministerial Statement pada 4 November 2025.

Sementara itu, Mohamed Farid Saleh turut mendorong agar pertemuan kedua JTC segera dijadwalkan. Ia juga mendukung dimulainya perundingan dengan melibatkan sektor swasta.

Mohamed mengusulkan sejumlah langkah untuk memperkuat kerja sama dengan Indonesia, termasuk pembentukan usaha patungan (joint venture) pada sektor industri pakaian jadi (ready-made garments). Selain itu, kedua negara dapat menggelar pertemuan daring untuk menjembatani perdagangan di sektor pertanian.

Berdasarkan data Kementerian Perdagangan, Mesir menempati posisi ke-24 sebagai negara tujuan ekspor Indonesia. Sementara sebagai negara asal impor Indonesia, Mesir berada di posisi ke-40.

Sepanjang Januari–Juni 2026, nilai perdagangan Indonesia dan Mesir mencapai 1,74 miliar dolar AS. Nilai ekspor Indonesia ke Mesir tercatat sebesar 1,09 miliar dolar Amerika Serikat (AS), sedangkan impornya mencapai 647,70 juta dolar AS.

Pada 2025, total perdagangan kedua negara tercatat sebesar 2,38 miliar dolar AS. Nilai tersebut menunjukkan tren pertumbuhan sebesar 6,16 persen selama periode lima tahun terakhir (2021-2025).

Ekspor Indonesia ke Mesir pada tahun tersebut mencapai 1,94 miliar dolar AS, sedangkan impor dari Mesir tercatat sebesar 439,8 juta dolar AS. Dengan capaian itu, Indonesia membukukan surplus perdagangan sebesar 1,50 miliar dolar AS terhadap Mesir.

Produk utama yang diekspor Indonesia ke Mesir meliputi lemak dan minyak hewan atau nabati; kopi, teh, dan rempah-rempah; mesin atau peralatan listrik; bahan kimia anorganik; serta aluminium. Adapun komoditas yang diimpor Indonesia dari Mesir antara lain pupuk; garam, belerang, dan kapur; buah-buahan; sayuran; serta bijih, kerak, dan abu logam.

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

3 hours ago
1 day ago
2 days ago
2 days ago
4 days ago
6 days ago

LAINNYA
x
x

mancingduit

situs slot gacor