x

DPR Ingin Kehadiran Ocean Institute of Indonesia Dapat Mendorong Transformasi SDM Nelayan

waktu baca 2 menit
Senin, 3 Agu 2026 14:00 23 Dhanis Iswara

TODAYNEWS.ID – Berdirinya kampus Ocean Institute of Indonesia (OII) menjadi babak baru bagi dunia pendidikan kelautan dan perikanan nasional. Penggabungan beberapa politeknik kelautan dan perikanan ini menebar optimisme tinggi akan lahirnya para ahli serta pakar maritim berkelas dunia.

Pengembangan riset dan budaya akademik di kampus OII diharapkan mampu melahirkan berbagai inovasi dan teknologi tepat guna demi mengoptimalkan sektor kelautan, sekaligus memperkuat konsep Ekonomi Biru sebagai penopang kebangkitan ekonomi nasional.

Anggota Komisi IV DPR RI, Riyono Caping, mengapresiasi penuh kehadiran kampus ini. Menurutnya, penciptaan Sumber Daya Manusia (SDM) unggul yang berdaya saing global merupakan syarat mutlak untuk mewujudkan Indonesia sebagai poros maritim dunia.

“Saya mengapresiasi dan mengucapkan selamat atas lahirnya kampus baru ini. Semangat kelautan dan perikanan berkelas dunia sangat dibutuhkan untuk mewujudkan Indonesia sebagai poros maritim dunia. Syarat utamanya adalah lahirnya SDM unggul yang mampu bersaing di tingkat global,” ujar Riyono pada Senin (3/8/2026).

Legislator Fraksi PKS itu menyoroti kondisi SDM di sektor kelautan Indonesia yang saat ini dinilai masih memprihatinkan. Sekitar 80 persen nelayan merupakan lulusan SD hingga SMP, dan hanya 1 persen dari keluarga nelayan yang mampu mengenyam pendidikan tinggi.

Akibatnya, potensi kelautan dan perikanan nasional belum memberikan kesejahteraan optimal bagi masyarakat pesisir.

“Lahirnya OII menjadi harapan baru dan tumpuan bagi keluarga nelayan agar anak-anak mereka bisa memperoleh pendidikan tinggi yang berkualitas. Anak-anak dari nelayan kecil dan tradisional harus mendapat porsi utama dalam penerimaan mahasiswa,” tegasnya.

Ia menambahkan, persaingan industri maritim saat ini semakin ketat. Keterbatasan SDM dan teknologi membuat pemanfaatan Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia belum maksimal, bahkan kerap menjadi sasaran praktik illegal fishing oleh kapal-kapal asing berukuran 150 hingga 500 Gross Tonnage (GT).

Oleh karena itu, Riyono menekankan agar OII tidak sekadar menjadi lembaga pendidikan biasa, melainkan bertransformasi menjadi pusat keunggulan (center of excellence) yang menjawab tantangan di sektor budidaya, penangkapan, hingga teknologi pengolahan industri.

“Kampus Ocean Institute of Indonesia harus bisa menjawab tantangan sektor budidaya, penangkapan, dan teknologi pengolahan industri. Harus menjadi ‘Kampus Nelayan Indonesia’ yang akan bersaing dengan kampus negeri dan tingkat dunia sebagai center of excel di sektor kelautan perikanan,” kata Riyono Caping.

Lebih lanjut, kata Riyono, lahirnya kampus ini tidak lepas dari dorongan Komisi IV DPR RI dalam melahirkan sumber daya manusia unggulan di bidang kelautan perikanan.

“Beasiswa bagi mahasiswa kampus akan semakin mempercepat transformasi pendidikan yang semakin berkualitas. Anak-anak nelayan akan menjadi nelayan ‘berdasi’ yang pergi ke laut bukan sekadar mencari ikan, tetapi menangkap ikan dengan teknologi yang semakin bagus dan bermanfaat berlimpah,” pungkas Riyono.

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

1 day ago
1 day ago
6 days ago
1 week ago
1 week ago
2 weeks ago

LAINNYA
x
x

mancingduit

situs slot gacor