x

Usai Dilantik KONI Pusat, PB PTMSI 2026 – 2030 Pimpinan Ketum Peter Layardi Gerak Cepat Matangkan Pelaksanaan Program

waktu baca 3 menit
Rabu, 16 Sep 2026 21:19 36 Gungde Ariwangsa

TODAYNEWS.ID: Pengurus Besar Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PB PTMSI) periode 2026–2030 di bawah kepemimpinan Ketua Umum Peter Layardi Lay resmi dikukuhkan dan dilantik oleh Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat Letjen TNI (Purn) Marciano Norman, Rabu (16/9/2026).

Setelah pelantikan, Peter Layardi berserta seluruh jajaran pengurus PB PTMSI yang baru langsung menggelar Rapat Pleno Offline Perdana untuk konsolidasi dan membahas program serta aturan organisasi sebagai pedoman melangkah ke depan.

Menurut Ketua Umum Peter Layardi, seremoni pelantikan ini bukanlah akhir dari proses administrasi, melainkan titik awal tanggung jawab besar untuk menjawab kepercayaan para pemilih dan KONI Pusat yang telah menerbitkan Surat Keputusan (SK) pengukuhan dan pelantikan.

“Tugas kita adalah memajukan prestasi tenis meja Indonesia, mencetak atlet yang tangguh dan berdaya saing agar mampu mengibarkan bendera Merah Putih di panggung internasional demi membanggakan bangsa. Mari kita jaga soliditas antarpengurus dari seluruh wilayah di Tanah Air,” kata Peter Layardi Lay dalam sambutannya saat pelantikan serta pengukuhan PB PTMSI periode 2026–2030 di Gedung KONI Pusat, Jakarta.

Begitu usai dikukuhkan dan dilantik, PB PTMSI langsung menggelar Rapat Pleno Offline Perdana — sebuah momen langka dan krusial yang menfokuskan perhatian penuh pada pembinaan atlet.

Dalam rapat itu Peter menuturkan pembentukan Komisi Disiplin (Komdis) dengan tugas memberikan sanksi tegas kepada atlet, pengurus, wasit, maupun pelatih yang tidak mengikuti atau melanggar aturan yang telah ditetapkan PB PTMSI dalam AD/ART.

Salah satu penegakkan aturan adalah atlet yang bermasalah atau mengikuti kegiatan di luar naungan PB PTMSI dipastikan tidak dapat berlaga di PON, Kejuaraan Nasional (Kejurnas) atau semua kegiatan di bawah bendera PB PTMSI.

Langkah itu sesuai dengan prinsip utama utama kepemimpinannya. “Tugas kita membina, bukan membinasakan atlet. Namun, aturan tetap harus ditegakkan sesuai AD/ART,” ujarnya tegas.

Kejurnas Catat Sejarah

Meski dihadapkan pada situasi daerah yang menantang, Kejurnas 2026 tercatat sebagai gelaran terbesar sejak Peter memimpin PB PTMSI pada 2019. Antusiasme para atlet melonjak seiring kembali kuatnya pengakuan terhadap keabsahan organisasi PB PTMSI sebagai satu-satunya induk organisasi tenis meja yang diakui KONI Pusat di Tanah Air.

“Sepanjang saya memimpin PB PTMSI sejak 2019, Kejurnas kali ini mencatat sejarah dengan peserta yang membludak,” kata Peter.

Dia menilai, antusiasme daerah mengirim atlet mengikuti Kejurnas kian besar. “Pertanda positif kepercayaan daerah terhadap PB PTMSI sebagai satu-satunya induk olahraga tenis meja di Tanah Air. Ini menjadi angin segar tersendiri dan kita optimis akan lahir atlet tenis meja handal,” sambungnya.

Disebutkan oleh Peter, Kejurnas kali ini akan berlangsung di Bay Walk Mall  dengan kapasitas 6 meja dan 10 meja di lantai berbeda,  20 – 26 September 2026 dengan didahului technical meeting pada 19 September. Setiap Pengprov dapat  mengutus kuota maksimal 6 atlet putra dan 6 atlet putri melalui proses verifikasi yang ketat.

Semakin lengkap lagi karena selain Kejurnas akan diselenggarakan pulang Rapat Kerja Nasional (Rakernas) 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 23–24 September di Hotel Ciputra.

Juga dilaksanakan pengembangan SDM, yakni penataran wasit dan pelatih. Sedikitnya 70 pelatih telah memastikan akan ambil bagian. Dan sebanyak 40 wasit juga telah memastikan mendaftar  untuk memperkuat kualitas kompetisi nasional.

Karenanya PB PTMSI mengimbau seluruh Pengprov untuk terus aktif menggelar kejuaraan di daerah masing-masing dan tidak boleh merasa vakum. Skema kejuaraan seperti Silatama, Silataruna, Open Tournament, hingga gerakan “Tenis Meja Go to School” melalui Liga Pelajar (seperti yang telah berjalan di Maluku dan Jawa Barat) menjadi fondasi pembinaan akar rumput.

Tenis meja Indonesia akan selalu punya harapan melahirkan atlet handal yang menjadi tulang punggung Timnas di kemudian hari.***

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

2 days ago
2 days ago
4 days ago
1 week ago
1 week ago
1 week ago

LAINNYA
x
x

mancingduit

situs slot gacor