x

DNIKS Tegaskan Komitmen Kolaborasi Lintas Sektor di HUT ke-59, Dorong Kemandirian Kelompok Rentan

waktu baca 3 menit
Sabtu, 25 Jul 2026 10:56 166 Dhanis Iswara

TODAYNEWS.ID – Dewan Nasional Indonesia untuk Kesejahteraan Sosial (DNIKS) menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesejahteraan sosial dan memberdayakan kelompok rentan di Indonesia.

Ketua Umum DNIKS A. Effendy Choirie (Gus Choi), mengatakan bahwa berbagai program pemberdayaan telah dijalankan melalui kemitraan dengan pemerintah selama 2025, bersama dunia usaha, dan organisasi sosial sebagai bagian dari delapan program Asta Bhakti DNIKS.

“Selama satu tahun terakhir, kami terus berkolaborasi dengan berbagai organisasi sosial dalam melaksanakan program-program kesejahteraan sosial, terutama melalui pendidikan dan pelatihan pemberdayaan masyarakat,” kata Gus Choi dalam sambutan peringatan HUT ke-59 DNIKS di Gedung Aneka Bhakti, Kantor Kementerian Sosial, Jakarta Pusat, Jumat (24/7/2026).

Gus Choi menjelaskan bahwa salah satu fokus utama DNIKS saat ini adalah meningkatkan kapasitas penyandang disabilitas agar memiliki keterampilan yang mendongkrak kemandirian ekonomi.

Ia mengatakan bahwa ribuan penyandang disabilitas telah dilatih untuk memanfaatkan telepon pintar secara produktif sebagai sarana memperoleh penghasilan tambahan.

“Upaya ini memastikan mereka tidak hanya menjadi penerima bantuan, tetapi mampu mandiri secara ekonomi,” tambahnya.

Dalam memperluas jangkauan dan efektivitas program, DNIKS telat menggandeng berbagai pihak, termasuk sejumlah kementerian, pemerintah daerah, dan sektor swasta seperti Japfa, Indofood, DNI, serta Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).

Gus Choi menekankan bahwa penyelesaian persoalan kesejahteraan sosial tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan sinergi erat antara pemerintah, dunia usaha, organisasi sosial, perguruan tinggi, dan masyarakat.

“Kami percaya bahwa persoalan kesejahteraan sosial tidak dapat diselesaikan oleh satu institusi saja. Dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, organisasi sosial, perguruan tinggi, dan masyarakat agar program pemberdayaan benar-benar memberikan dampak yang berkelanjutan,” jelasnya.

Sementara itu, Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, mengapresiasi kontribusi DNIKS dalam memperkuat kualitas Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS), khususnya melalui peningkatan mutu pelayanan, akreditasi lembaga, serta pengembangan kapasitas sumber daya manusia.

“Terima kasih kepada DNIKS yang telah berpartisipasi menghadirkan LKS yang kredibel melalui berbagai upaya nyata untuk meningkatkan kualitas pelayanan, baik melalui akreditasi lembaga maupun peningkatan kualitas sumber daya manusianya,” ungkapnya.

Lebih jauh, Gus Ipul menegaskan bahwa pemerintah terus mendorong seluruh LKS agar mampu memberikan pelayanan yang profesional kepada Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS), sehingga setiap warga yang membutuhkan memperoleh hak atas perlindungan, penghormatan, rehabilitasi, dan pemberdayaan sosial secara optimal.

Menurut Gus Ipul, Kemensos juga terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah guna meningkatkan efektivitas penyelenggaraan kesejahteraan sosial di berbagai wilayah.

Ke depan, lanjutnya, profesionalisme LKS harus menjadi standar yang tidak dapat ditawar. Karena itu, seluruh lembaga diharapkan menerapkan tata kelola yang baik dan menjunjung tinggi perlindungan terhadap para penerima layanan.

“Ke depan kita ingin LKS benar-benar profesional. Tidak boleh ada lagi LKS yang melakukan penyimpangan, terutama kekerasan seksual maupun kekerasan fisik terhadap mereka yang dilayani,” tegasnya.

Gus Ipul juga mengingatkan agar lembaga kesejahteraan sosial tidak dijadikan sarana untuk mencari keuntungan pribadi. Menurut dia, seluruh aktivitas LKS harus berorientasi pada pelayanan kemanusiaan, perlindungan kelompok rentan, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Peringatan HUT ke-59 DNIKS menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama antara pemerintah dan organisasi sosial dalam membangun sistem kesejahteraan sosial yang profesional, akuntabel, dan berorientasi pada pemberdayaan masyarakat.

Melalui penguatan kualitas LKS dan perluasan kolaborasi lintas sektor, diharapkan pelayanan kesejahteraan sosial di Indonesia semakin berkualitas, inklusif, dan mampu menjawab berbagai tantangan sosial di masa mendatang.

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

11 hours ago
23 hours ago
24 hours ago
2 days ago
3 days ago
3 days ago

LAINNYA
x
x

mancingduit

situs slot gacor