x

Pemerintah Siapkan Rp20 Triliun untuk Perkuat Keuangan BPJS Kesehatan

Laporan: Afrizal Ilmi

waktu baca 2 menit
Selasa, 29 Sep 2026 09:00 30

TODAYNEWS.ID — Pemerintah menyiapkan tambahan anggaran Rp20 triliun dalam APBN 2026 untuk memperkuat kondisi keuangan BPJS Kesehatan. Dana tersebut akan segera dicairkan untuk mendukung pembayaran klaim kepada rumah sakit.

Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan tambahan anggaran itu diperlukan agar pembayaran klaim rumah sakit dapat berlangsung secara reguler. Pemerintah akan mencairkan dana tersebut mulai Oktober hingga November 2026.

“Karena itu kami tadi melaporkan kepada Bapak Presiden bahwa di dalam APBN 2026 telah ada tambahan suntikan dana untuk jaminan kesehatan sebesar Rp20 triliun,” ujar Suahasil di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (28/9/2026).

Menurut Suahasil, tambahan tersebut berada di luar anggaran pemerintah untuk membiayai peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) penerima bantuan iuran (PBI). Pemerintah mengalokasikan sekitar Rp47 triliun untuk membiayai 96,8 juta peserta PBI.

“Ini adalah ontop dari anggaran untuk membayari 96,8 juta penerima bantuan iuran. Kalau yang penerima bantuan iuran anggarannya kira-kira 47 triliunan, sementara tambahannya itu sekarang 20 triliun,” katanya.

Suahasil menjelaskan, penguatan keuangan BPJS Kesehatan menjadi bagian dari upaya pemerintah menjaga keberlangsungan program JKN. Pembayaran klaim kepada rumah sakit menjadi salah satu aspek yang perlu dipastikan berjalan secara reguler.

Saat ini, jumlah peserta JKN telah mencapai sekitar 285 juta jiwa. Dari jumlah tersebut, tingkat kepesertaan aktif tercatat sebesar 80,6 persen.

Pemerintah masih mendorong agar seluruh masyarakat yang terdaftar sebagai peserta JKN dapat aktif membayar iuran. Langkah tersebut diharapkan memperkuat prinsip gotong royong dalam sistem jaminan kesehatan nasional.

“Kita menginginkan bahwa sebagai suatu asuransi sosial seluruh masyarakat itu aktif mengiur. Karena kalau aktif mengiur maka terjadi saling gotong-royong,” ujar Suahasil.

Menurutnya, kepesertaan aktif diperlukan agar peserta yang sehat tetap membayar iuran dan dana yang terkumpul dapat digunakan ketika peserta membutuhkan layanan kesehatan. Dengan mekanisme tersebut, pembiayaan kesehatan dapat ditanggung secara bersama melalui sistem jaminan sosial.

Selain suntikan anggaran, pemerintah juga akan memperbaiki pengumpulan iuran BPJS Kesehatan. Pemerintah menilai peningkatan collection iuran diperlukan untuk memperkuat kondisi keuangan program JKN.

Pemerintah juga akan meningkatkan ketepatan sasaran penerima bantuan iuran. Penyesuaian tersebut akan dilakukan berdasarkan data yang tersedia, termasuk Data Tunggal Sosial Ekonomi (DTS).

“Artinya 2 hari lagi dan juga bulan November sehingga nanti keuangan BPJS akan ter-cover dengan baik. Kami mendorong supaya collection iuran, pengumpulan iuran BPJS menjadi lebih baik, tingkat ketepatan sasaran dari penerima bantuan iuran juga menjadi lebih baik sesuai dengan data DTS,” tutur Suahasil.

Dengan tambahan Rp20 triliun tersebut, pemerintah berharap kondisi keuangan BPJS Kesehatan dapat lebih terjaga pada periode mendatang. Sejumlah langkah teknis terkait penguatan keuangan BPJS Kesehatan selanjutnya akan ditindaklanjuti oleh Direktur Utama BPJS Kesehatan.

 

Editor: Azis Arriadh

Tag Terkait

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

20 hours ago
3 days ago
4 days ago
5 days ago
7 days ago
7 days ago

LAINNYA
x
x

mancingduit

situs slot gacor