x

Pemerintah Pastikan Harga BBM Subsidi Tak Naik hingga Akhir 2026, Stok dan Fiskal Dinilai Aman

waktu baca 2 menit
Jumat, 17 Apr 2026 10:00 51 Afrizal Ilmi

TODAYNEWS.ID — Pemerintah memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi tidak akan naik hingga akhir 2026, didukung kondisi stok energi yang aman dan harga minyak mentah yang masih berada di bawah asumsi anggaran.

Kebijakan ini disampaikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia usai bertemu Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Kamis (16/4/2026). Keputusan tersebut merupakan tindak lanjut arahan Presiden setelah kunjungan luar negeri.

Bahlil menegaskan bahwa kondisi pasokan energi nasional saat ini dalam keadaan aman. Hal ini menjadi dasar utama pemerintah menjaga stabilitas harga BBM bersubsidi.

“Saya sampaikan kepada publik, bahwa insyaallah stok kita di atas standar minimum, baik itu solar, baik itu bensin, maupun LPG. Insyaallah aman,” ujar Bahlil, mengutip dari ESDM, Jumat (17/4/2025).

Ia juga menegaskan komitmen pemerintah untuk tidak menaikkan harga BBM subsidi. Kebijakan tersebut diambil untuk melindungi daya beli masyarakat.

“Dan sekali lagi saya katakan bahwa kami sudah bersepakat atas arahan Bapak Presiden, bahwa harga BBM untuk subsidi tidak akan dinaikkan sampai dengan akhir tahun,” tegasnya.

Dari sisi fiskal, pemerintah menilai kebijakan ini masih dalam batas aman. Hal ini didukung oleh harga minyak mentah Indonesia yang masih di bawah asumsi anggaran.

Bahlil menjelaskan bahwa harga Indonesian Crude Price (ICP) masih relatif terkendali. Kondisi ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk menjaga stabilitas harga energi.

“Ini kan tergantung dengan harga ICP, tapi kalau sampai dengan 100 dolar itu sudah aman BBM. Dan sekarang harga rata-rata ICP Januari sampai dengan sekarang itu tidak lebih dari 77 dolar,” jelasnya.

Meski demikian, pemerintah masih menghadapi tantangan pada sisi pasokan. Kebutuhan BBM nasional masih belum sepenuhnya terpenuhi dari produksi dalam negeri.

Saat ini, konsumsi BBM nasional mencapai sekitar 1,6 juta barel per hari. Sementara produksi domestik baru berada di kisaran 600-610 ribu barel per hari.

Kondisi tersebut membuat Indonesia masih bergantung pada impor. Kebutuhan impor diperkirakan mencapai sekitar 1 juta barel per hari.

Di sisi lain, pemerintah membuka peluang kerja sama energi dengan Rusia. Fokus kerja sama tidak hanya pada pasokan, tetapi juga penguatan infrastruktur energi.

“Itu salah satu poin yang kemarin kita bicarakan, bahwa memang ada beberapa investasi mereka yang pick up sudah siap untuk masuk,” ujar Bahlil.

Ia menyebut pembahasan masih akan berlanjut dalam beberapa tahap. Fokus utama kerja sama mencakup pembangunan kilang dan fasilitas penyimpanan energi.

“Dengan sejumlah langkah tersebut, pemerintah berharap stabilitas energi dapat terus terjaga sepanjang tahun,” ujarnya.

 

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

2 days ago
2 days ago
3 days ago
3 days ago
3 days ago
3 days ago

LAINNYA
x
x