Ilustrasi pertarungan politik antara PSI dan PDI Perjuangan di Dapil V Jawa Tengah pada Pileg 2029. Foto: Dibuat oleh Gemini AI TODAYNEWS.ID – Langkah Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Kaesang Pangarep, yang bersiap membidik kursi DPR RI dari Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Tengah V pada Pemilu Legislatif (Pileg) 2029 dinilai memuat taruhan politik yang cukup besar.
Direktur Eksekutif Aljabar Strategic, Arifki Chaniago, menilai pertarungan di wilayah tersebut diprediksi bukan sekadar perburuan suara legislatif biasa, melainkan arena pembuktian pengaruh politik pasca-berpisahnya jalan antara Joko Widodo (Jokowi) dan PDI Perjuangan.
Menurut Arifki, Dapil Jawa Tengah V yang meliputi Kota Surakarta, Kabupaten Sukoharjo, Boyolali, dan Klaten memiliki nilai simbolik yang kuat.
Selain dikenal sebagai salah satu ‘kandang banteng’ utama sekaligus basis elektoral Puan Maharani, kawasan Solo Raya ini juga merupakan tanah kelahiran dan akar basis politik Jokowi.
“Pertarungan di Jateng V akan menarik karena publik tidak hanya melihat persaingan antarpartai, tetapi juga membaca sejauh mana pengaruh politik Jokowi masih bekerja di wilayah yang selama ini menjadi basis utama PDIP. Ini menjadi salah satu indikator penting untuk melihat dinamika politik menuju Pemilu 2029,” ujar Arifki pada Senin (27/7/2026).
Arifki menilai, hasil kontestasi tersebut akan memberikan gambaran mengenai apakah kekuatan figur masih menjadi faktor dominan dalam menentukan pilihan pemilih, atau justru struktur dan mesin partai tetap menjadi penentu utama di Jawa Tengah.
“Yang akan diuji bukan hanya elektabilitas PSI ataupun kekuatan PDIP. Kontestasi ini juga akan memperlihatkan bagaimana pemilih memaknai hubungan politik Jokowi dan PDIP setelah keduanya menempuh jalan politik yang berbeda,” kata Arifki.
Menurutnya, semakin dekat dengan Pemilu 2029, perhatian publik terhadap Dapil Jateng V akan semakin besar karena kawasan tersebut berpotensi menjadi salah satu barometer untuk membaca perubahan peta politik di Jawa Tengah.
“Apa pun hasilnya nanti, Jateng V akan menjadi salah satu laboratorium politik yang penting. Dari sana publik dapat melihat apakah pengaruh figur atau kekuatan institusi partai yang lebih menentukan dalam membentuk perilaku pemilih pada Pemilu 2029,” pungkas Arifki.