x

FIBA 3×3 Challenger Batam Jadi Bekal Berharga Timnas Indonesia Menuju Asian Games 2026

waktu baca 3 menit
Senin, 27 Jul 2026 20:13 21 Afrizal Ilmi

TODAYNEWS.ID — Keikutsertaan tim Indonesia di FIBA 3×3 Challenger Batam Stop 2026 dinilai memberikan pengalaman penting bagi pembinaan basket 3×3 nasional. Para pemain mendapat kesempatan mengukur kemampuan dengan menghadapi tim-tim terbaik dunia.

Turnamen level dunia tersebut berlangsung di Alun-Alun Engku Putri, Batam, pada 25-26 Juli 2026. Indonesia menurunkan tiga tim, yakni Balige, Waisai, dan Ambon.

Tim Ambon diperkuat pemain profesional. Sementara Tim Balige dan Waisai diisi pemain tim nasional U-23 yang dipersiapkan menghadapi Asian Games 2026.

Sesuai regulasi Asian Games 2026, hanya pemain berusia di bawah 23 tahun yang dapat bertanding. Karena itu, para pemain muda Indonesia harus menghadapi lawan yang lebih senior dan memiliki reputasi dunia.

Tim Waisai, misalnya, bertemu Ub dari Serbia yang berstatus peringkat satu dunia basket 3×3. Sementara Tim Balige menghadapi Miami serta kemudian bertemu Liberec dan Kaunas yang juga berasal dari jajaran tim kuat dunia.

Pemain Tim Waisai, Justin Jaya Wiyanto, mengaku memperoleh banyak pelajaran dari pengalaman tersebut. Menurutnya, menghadapi tim papan atas menjadi bekal penting dalam persiapan menuju Asian Games 2026.

“Pengalamannya sih luar biasa banget ya, karena kita bertanding melawan orang-orang yang pada dasarnya tim nomor 1 dan 2 dunia, seperti Ub dan Miami. Jujur saya merasa sangat terhormat bisa melawan mereka. Dan itu pun benar-benar memberikan banyak pengalaman baru serta banyak banget hal yang bisa saya pelajari dari kompetisi ini,” ujar Justin mengutip dari Perbasi, Senin (27/7/2026).

Ia berharap turnamen seperti FIBA 3×3 Challenger dapat digelar secara rutin di Indonesia. Menurutnya, pengalaman melawan tim elite dunia akan membantu pemain mengetahui jarak kemampuan yang harus dikejar.

Pelatih Tim Ambon, Edo, juga menilai kehadiran ajang Challenger menjadi modal penting bagi perkembangan basket 3×3 Indonesia. Ia menekankan pentingnya pengalaman bertanding dan masa persiapan untuk meningkatkan daya saing pemain.

“Untuk bisa bersaing, masa persiapan menjadi faktor penting, juga experience pemain ditambah lagi karena jika minim pengalaman juga akan cukup sulit bersaing. Diperkuat pondasi timnya, lalu diperbanyak pengalaman bertanding di nasional dan internasional,” kata Edo.

Selain menghadirkan pengalaman bagi atlet, turnamen itu juga mendapat sambutan antusias dari masyarakat Batam. Penonton memadati venue dan menikmati fasilitas nonton bareng serta area kuliner yang tersedia di sekitar lokasi.

Sementara itu, tim Antwerp asal Belgia keluar sebagai juara FIBA 3×3 Challenger Batam Stop 2026 setelah mengalahkan Kaunas dari Lithuania dengan skor 22-17 di partai final. Gelar tersebut menjadi trofi Challenger ketiga Antwerp pada musim 2026, sementara Caspar Augustijnen dinobatkan sebagai Most Valuable Player (MVP).

Ketua Umum DPD PERBASI Kepulauan Riau, Suhadi, berharap pengalaman penyelenggaraan tahun ini menjadi modal untuk menghadirkan kembali kejuaraan internasional di Batam. Ia juga mengajak pemerintah daerah terus mendukung penyelenggaraan event olahraga dunia agar semakin banyak atlet internasional datang ke Indonesia.

“Terimakasih kepada seluruh panitia yang telah berjuang untuk menyukseskan acara ini,” kata Suhadi.

 

 

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

9 hours ago
2 days ago
5 days ago
6 days ago
7 days ago
1 week ago

LAINNYA
x
x

mancingduit

situs slot gacor