Direktur Rumah Politik Indonesia Fernando Emas soroti pernyataan dan sikap Presiden Prabowo Subianto yang terkesan anti kritik. Foto: Dok. Pribadi TODAYNEWS.ID – Direktur Rumah Politik Indonesia Fernando Emas, menyoroti belum terealisasinya sejumlah janji politik Presiden Prabowo Subianto pada saat Pilpres 2024 lalu.
Menurutnya Prabowo tak boleh fokus hanya pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang memiliki anggaran fantastis namun terkesan mengabaikan janji-janji program lainnya.
“Mereka hanya fokus pada program MBG yang nilai anggarannya mencapai Rp 268 triliun untuk tahun 2026, tetapi mereka mengabaikan program lainnya yang tidak kalah penting dari program tersebut dan juga sudah mendapat approve dari masyarakat Indonesia,” kata Fernando kepada TODAYANEWS, Kamis (25/6/2026).
Fernando menilai bahwa Prabowo masih menyisakan janji politiknya terkait target pembangunan tiga juta unit rumah dan jangan membuka belasan juta lapangan pekerjaan.
“Bagaimana dengan janji pembangunan/renovasi tiga juta unit rumah layak huni? Begitu juga dengan janji sembilan belas juta lapangan pekerjaan,” ujarnya.
Alih-alih membuka lapangan pekerjaan, justru ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK) terjadi di berbagai sektor.
“Namun kenyataannya ancaman PHK sedang menghantui puluhan ribu pekerja karena perusahaan pindah ke negara lain atau kebutuhan untuk operasional tidak terpenuhi,” kata Fernando.
Selain itu, Fernando juga menyoroti janji politik Prabowo untuk menurunkan tingkat kemiskinan ekstrim di 2 tahun pemerintahannya.
“Walaupun data pemerintah mencatat terjadi penurunan menjadi 0,78% pada September 2025 dari sebelumnya 1,26% pada Maret 2024, saya meragukan angka tersebut karena masyarakat banyak yang terdampak dari situasi ekonomi kurang baik saat ini,” lanjutnya.
Untuk itu, menurut Fernando, Prabowo sebaiknya fokus pada menuntaskan seluruh janji-janji politiknya pada saat Pilpres 2024 lalu.
“Seharusnya Presiden Prabowo dan orang disekitarnya memiliki antusias yang sama seperti melaksanakan program MBG ketika ingin merealisasikan program tersebut. Bergerak cepat menciptakan 19 juta lapangan pekerjaan, merealisasikan 3 juta rumah dan janji politik lainnya,” pungkasnya.