Drone MQ-9 Reaper. Foto: USAF/NYT TODAYNEWS.ID – Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran melaporkan bahwa unit pertahanan udara mereka telah mencegat dan menembak jatuh pesawat tak berawak MQ-9 Reaper milik AS di atas Teluk Persia.
Penembakan drone milik AS tersebut disampaikan departemen Hubungan Masyarakat IRGC, dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan pada hari Selasa (26/5/2026) sebagaimana dilaporkan kantor berita Press TV.
IRGC memperingatkan bahwa setiap pelanggaran gencatan senjata oleh Amerika akan ditanggapi dengan keras.
IRGC mengatakan bahwa tindakan “militer teroris” AS, yang menembus ruang udara Iran di atas perairan Teluk Persia sebagai kelanjutan dari “petualangan intervensionis dan perilaku agresifnya di kawasan”.
Pernyataan tersebut mencatat bahwa unit pertahanan udara IRGC, telah melakukan pemantauan intelijen yang tepat dengan mencegat dan menembak jatuh sebuah drone MQ-9 Reaper saat mempertahankan wilayah udara teritorial negara tersebut.
Menurut pernyataan itu, pasukan pertahanan udara IRGC juga melepaskan tembakan ke arah pesawat nirawak pengintai RQ-4 Global Hawk dan pesawat tempur siluman supersonik F-35 yang memasuki wilayah udara Iran, memaksa mereka untuk melarikan diri dan meninggalkan wilayah udara Iran.
IRGC akhirnya memperingatkan terhadap setiap pelanggaran gencatan senjata oleh “militer AS yang agresif,” menekankan bahwa mereka menganggap pembalasan dan serangan balasan sebagai hak mereka yang sah dan pasti.
Hal itu terjadi setelah juru bicara CENTCOM, Timothy Hawkins, mengatakan bahwa pasukan AS telah melakukan serangan di Iran selatan “untuk melindungi pasukan kami dari ancaman yang ditimbulkan oleh pasukan Iran.”
“Targetnya termasuk lokasi peluncuran rudal dan kapal-kapal Iran yang mencoba memasang ranjau,” tambahnya.
Adapun Iran telah berulang kali memperingatkan bahwa setiap agresi asing di kawasan itu, khususnya di Selat Hormuz yang vital, yang membahayakan navigasi internasional dan keamanan energi, akan ditanggapi dengan respons tegas dan proporsional dari angkatan bersenjata Iran.