x

Nanik S Deyang Mundur dari Jabatan Kepala BGN

waktu baca 3 menit
Rabu, 22 Jul 2026 11:17 30 Afrizal Ilmi

TODAYNEWS.ID – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik Sudaryati Deyang mengundurkan diri dari jabatannya setelah sekitar satu setengah bulan memimpin lembaga tersebut. Keputusan itu diambil karena kondisi kesehatannya yang mengharuskan menjalani pengobatan jantung di luar negeri.

Pengunduran diri Nanik diumumkan melalui akun Facebook pribadinya pada Rabu (22/7/2026). Dalam unggahannya, ia menyampaikan telah berpamitan kepada Presiden Prabowo Subianto dan meminta izin untuk mundur demi fokus menjalani pengobatan.

“Dengan berat hati akhirnya saya pamit Bapak Presiden untuk melakukan pengobatan di luar negeri untuk jantung saya. Saya sampaikan ke Presiden juga dengan beribu maaf sepertinya saya harus mundur sebagai Kepala BGN demi kesehatan saya,” tulis Nanik mengutip dari facebook Nanik Sudaryati Deyang, Rabu (22/7/2026).

Ia mengungkapkan Presiden Prabowo telah menyetujui permohonan tersebut. Meski demikian, Nanik mengaku diminta tetap ikut mengawasi Badan Gizi Nasional setelah tidak lagi menjabat sebagai kepala lembaga.

“Kemungkinan Presiden akan membentuk dewan pengawas di mana saya disuruh menjadi ketua dewan pengawasnya. Kalau mencereweti kayaknya masih bisa, yang penting tidak berhubungan dengan pegang uang, sumpah trauma akut,” tulisnya disertai emoji tertawa.

Informasi pengunduran diri Nanik juga dikonfirmasi melalui unggahan Asisten Presiden Bidang Komunikasi dan Analis Kebijakan, Dirgayuza Setiawan. “Ibu Nanik Deyang berpamitan kepada Presiden Prabowo untuk menjalani pengobatan jantung. Beliau juga mengundurkan diri sebagai Kepala Badan Gizi Nasional,” tulis Dirgayuza di akun Instagram @dirgayuza.

Dalam unggahannya, Dirgayuza menyampaikan apresiasi terhadap kepemimpinan Nanik selama memimpin BGN. Menurutnya, Nanik langsung melakukan pembenahan besar-besaran sejak dipercaya Presiden memimpin lembaga tersebut.

“Ketika dipercaya Presiden memimpin BGN, hanya dalam satu setengah bulan, ia membongkar masalah dan meletakkan fondasi perbaikan,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan Nanik menemukan 414 SPPG yang belum beroperasi tetapi telah menerima pencairan anggaran atau memiliki rekening virtual ganda. Temuan tersebut disebut berujung pada pengembalian dana senilai ratusan miliar rupiah ke kas negara.

Selain itu, Nanik disebut membentuk 11 tim reformasi untuk membenahi pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Reformasi tersebut mencakup refocusing penerima manfaat agar lebih menyasar balita, ibu hamil, ibu menyusui, siswa SD dan SMP, serta peserta didik di wilayah 3T.

Sehari sebelum mengumumkan pengunduran dirinya, Nanik juga melakukan perombakan jajaran pejabat eselon I BGN. Lima pejabat baru didatangkan dari Kementerian Kesehatan, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Keuangan, Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), serta Kejaksaan untuk memperkuat profesionalisme lembaga.

Dalam pernyataannya, Nanik menegaskan pengunduran dirinya tidak mengurangi dukungan terhadap pemerintahan Presiden Prabowo, khususnya program MBG yang menurutnya bertujuan meningkatkan kualitas gizi anak-anak Indonesia, bukan kepentingan politik.

“Program MBG bukan untuk tujuan politis seperti yang dituduhkan orang, tapi sebagai program untuk benar-benar intervensi gizi anak-anak agar tumbuh menjadi generasi emas dan juga untuk menjaga kesehatan mereka,” tulis Nanik.

Ia juga menilai program MBG memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat. Menurut Nanik, saat program sempat berhenti selama libur sekolah tiga pekan, petani, peternak, dan pedagang mengeluhkan hasil produksi mereka tidak terserap sehingga harga komoditas mengalami penurunan.

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

1 day ago
1 day ago
2 days ago
2 days ago
3 days ago
5 days ago

LAINNYA
x
x

mancingduit

situs slot gacor