x

Kepuasan Publik Turun Drastis, Prabowo Didesak Evaluasi Gaya Kepemimpinan dan Reshuffle Kabinet

waktu baca 2 menit
Jumat, 31 Jul 2026 12:22 34 Dhanis Iswara

TODAYNEWS.ID – Direktur Rumah Politik Indonesia, Fernando Emas, mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap gaya kepemimpinan dan kinerja seluruh anggota Kabinet Merah Putih (KMP).

Fernando juga meminta Presiden tidak ragu untuk mencopot menteri-menteri yang dinilai berkinerja buruk.

Pernyataan tersebut disampaikannya merespons rilis hasil survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) yang mencatat penurunan signifikan pada tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja pemerintahan Prabowo.

Dari hasil survey tersebut, tingkat kepuasan publik merosot drastis dari 81,2% pada November 2025 menjadi hanya 51,1% pada Juli 2026.

“Sudah seharusnya hasil survei tersebut menjadi rujukan bagi Presiden Prabowo Subianto untuk melakukan evaluasi terhadap kinerja seluruh tim anggota Kabinet Merah Putih (KMP) dan gaya kepemimpinannya,” kata Fernando kepada TODAYNEWS, Jumat (31/7/2026).

Fernando menilai bahwa kemerosotan angka kepuasan masyarakat ini merupakan cerminan nyata dari kondisi di lapangan, baik dari sisi efektivitas pembantu presiden maupun gaya komunikasi politik sang kepala negara.

“Bagi saya hasil survei tersebut tidak mengagetkan karena sejalan dengan kinerja anggota KIM dan kepemimpinan Prabowo Subianto,” katanya.

“Termasuk cara Prabowo merespon kritik yang terkesan tidak terima dan sering kali membuat narasi permusuhan terhadap para pengkritiknya,” lanjut Fernando.

Menurut Fernando turunnya tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja pemerintahan Prabowo berdasarkan hasil survei SMRC harus dijadikan sebagai alarm bahaya keberlangsungan pemerintahannya.

“Lakukan evaluasi dan tindakan pembenahan terkait dengan ketidakpuasan masyarakat. Termasuk melakukan reshuffle terhadap para anggota kabinetnya yang berkinerja buruk atau sibuk mengurusi partainya atau bahkan melakukan manuver untuk bisa ikut sebagai kontestan pilpres 2029,” katanya.

Lebih jauh, Fernando mengimbau Prabowo agar data survei ini tidak diabaikan begitu saja oleh Istana. Ia memperingatkan adanya konsekuensi politik yang serius jika aspirasi publik tidak segera ditindaklanjuti.

“Kalau Prabowo menganggap acuh terhadap hasil survei tersebut, saya yakin sekali bahwa Prabowo akan mengakhiri masa kepemimpinannya sebelum 2029,” pungkasnya.

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

3 days ago
4 days ago
6 days ago
1 week ago
1 week ago
1 week ago

LAINNYA
x
x

mancingduit

situs slot gacor