x

Iran Tegaskan Aturan Main Baru di Selat Hormuz

waktu baca 2 menit
Senin, 3 Agu 2026 10:59 16 Dhanis Iswara

TODAYNEWS.ID – Kementerian Luar Negeri Iran menegaskan bahwa situasi navigasi di Selat Hormuz tidak akan pernah kembali seperti kondisi sebelum meletusnya perang pada 28 Februari lalu.

Teheran menekankan bahwa pembicaraan dan perjanjian dengan Oman bertujuan menetapkan kerangka kerja keselamatan baru, bukan sekadar membuka kembali jalur perairan strategis tersebut.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, menyampaikan bahwa diskusi antara Teheran dan Muscat mengenai masa depan Selat Hormuz telah berlangsung dalam beberapa putaran sejak gencatan senjata disepakati pada 8 April.

“Dalam keadaan apa pun Selat Hormuz tidak akan kembali ke situasi sebelum perang,” kata Baghaei dalam wawancara televisi pada Minggu (2/8/2026) malam, seperti dilaporkan kantor berita IRNA.

Baghaei menjelaskan bahwa sebagai dua negara pesisir Selat Hormuz, Iran dan Oman memiliki tanggung jawab bersama dalam menjaga keamanan maritim.

Kunjungan diplomatik pertama Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, pasca-perang pun pada April lalu secara khusus menargetkan Oman untuk membahas pembentukan jalur navigasi yang aman.

Berdasarkan klausul kelima nota kesepahaman (MoU) pengakhiran perang, pengelolaan Selat Hormuz di masa depan sepenuhnya berada di bawah kendali Iran melalui konsultasi dengan Oman dan dialog antarnegara kawasan.

Baghaei juga mengungkapkan bahwa pada 22–23 hari pertama pelaksanaan perjanjian, rute utara sempat aman dilalui kapal. Namun, sebelum masa transisi 30 hari berakhir, terjadi tindakan agresi baru terhadap wilayah Iran.

“Selama 22 atau 23 hari pertama pelaksanaan perjanjian, jalur utara Selat sepenuhnya aman dan kapal-kapal dapat melewatinya. Namun, sebelum berakhirnya periode 30 hari yang direncanakan untuk memulihkan lalu lintas maritim ke kondisi sebelum perang, terjadi tindakan agresi terhadap Iran,” katanya.

Lebih lanjut, Baghaei menambahkan bahwa rute yang disepakati di masa depan di Selat Hormuz bukanlah rute utara atau rute selatan saat ini, melainkan rute baru yang akan ditentukan melalui kesepakatan antara Iran dan Oman.

Ia menekankan bahwa pembicaraan Teheran dengan Muscat bersifat bilateral dan tidak melibatkan pihak ketiga mana pun.

“Kita harus memastikan bahwa Selat Hormuz tidak dapat disalahgunakan oleh pihak-pihak yang telah melakukan agresi terhadap Iran. Hal ini membutuhkan mekanisme di mana hak kedaulatan Iran sepenuhnya dihormati,” tegas Baghaei.

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

1 day ago
1 day ago
6 days ago
7 days ago
1 week ago
2 weeks ago

LAINNYA
x
x

mancingduit

situs slot gacor