x

Harga Sembako Naik, DPR Ingatkan Daya Beli Masyarakat Tertekan

Laporan: Dhanis

waktu baca 2 menit
Jumat, 6 Nov 2026 20:00 4

TODAYNEWS.ID – Anggota Komisi VI DPR RI Imas Aan Ubudiyah, meminta pemerintah melalui Kementerian Perdagangan (Kemendag) segera mengambil langkah konkret untuk mengendalikan kenaikan harga bahan pangan.

Dia menilai lonjakan harga kebutuhan pokok berpotensi semakin menekan daya beli masyarakat. Menurutnya, kenaikan harga beras, cabai, minyak goreng, hingga daging ayam menjadi persoalan serius karena komoditas tersebut merupakan kebutuhan sehari-hari masyarakat.

“Kami mengamati adanya kenaikan harga sejumlah bahan makanan di tengah masyarakat. Ini tentu semakin menambah beban rumah tangga. Ketika kondisi ekonomi masyarakat masih menghadapi tekanan, harga kebutuhan pokok justru naik,” kata Imas di Jakarta, Jumat (6/11/2026).

Dia mengingatkan, kenaikan harga pangan dapat membuat masyarakat mengurangi belanja hingga mengubah pola konsumsi untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

“Dampaknya langsung dirasakan masyarakat. Uang belanja yang sebelumnya cukup untuk memenuhi kebutuhan beberapa hari, sekarang bisa jadi hanya cukup untuk waktu yang lebih singkat,” ujarnya.

“Ini jangan sampai membuat daya beli masyarakat semakin melemah. Pemerintah harus hadir dan segera mengendalikan harga agar beban masyarakat tidak semakin berat,” tegas legislator Imas menambahkan.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi kelompok makanan, minuman, dan tembakau mencapai 5,61 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) pada Oktober 2026. Angka tersebut meningkat dibandingkan September 2026 sebesar 4,98 persen.

Sementara itu, data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS) Bank Indonesia mencatat harga cabai rawit hijau naik 53,16 persen menjadi Rp 120.000 per kilogram. Cabai merah keriting naik 31,74 persen menjadi Rp 110.000 per kilogram, sedangkan cabai rawit merah naik 25,7 persen menjadi Rp 90.000 per kilogram.

Imas meminta pemerintah tidak menganggap kenaikan tersebut sebagai persoalan biasa. Terlebih, sejumlah komoditas yang mengalami kenaikan merupakan kebutuhan pokok masyarakat.

“Kalau kita lihat, komoditas yang mengalami kenaikan justru bahan makanan yang dikonsumsi masyarakat setiap hari. Beras, cabai, minyak goreng, ikan, dan daging ayam bukan barang mewah. Masyarakat membutuhkan semua itu untuk memenuhi kebutuhan keluarga,” ujarnya.

Legislator dari Fraksi PKB itu juga meminta pemerintah mengantisipasi potensi kenaikan harga menjelang akhir tahun dengan memastikan ketersediaan stok dan kelancaran distribusi pangan.

Kemendag diminta memperkuat koordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait, pemerintah daerah, Bulog, serta pelaku usaha untuk memantau perkembangan harga dan pasokan di pasar.

Selain itu, pengawasan distribusi pangan perlu diperketat guna mencegah penimbunan dan praktik permainan harga yang merugikan masyarakat.

“Jangan hanya memantau harga, tetapi harus ada tindakan ketika ditemukan kenaikan yang tidak wajar. Pastikan stok tersedia, distribusi lancar, dan pengawasan di pasar berjalan. Jika ada indikasi penimbunan atau permainan harga, harus ditindak tegas,” pungkasnya.

Editor: Azis Arriadh

LAINNYA