x

DPR Dorong Pemerintah Jadikan ‘Green Jobs’ Strategi Utama Lapangan Kerja Baru

waktu baca 2 menit
Rabu, 1 Jul 2026 23:58 199 Dhanis Iswara

TODAYNEWS.ID – Anggota Komisi XII DPR RI Ateng Sutisna, mendorong pemerintah menjadikan pengembangan pekerjaan hijau (green jobs) sebagai salah satu strategi utama dalam menciptakan lapangan kerja baru.

Langkah ini dinilai strategis untuk memperkuat pertumbuhan ekonomi di tengah percepatan transisi menuju ekonomi hijau dan target Net Zero Emission (NZE) 2060.

Menurut Ateng, komitmen Indonesia melalui Paris Agreement, Enhanced Nationally Determined Contribution (ENDC), serta Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025–2045 telah menempatkan transformasi ekonomi hijau sebagai agenda strategis nasional.

Namun, keberhasilan agenda tersebut tidak boleh hanya diukur dari penurunan emisi maupun besarnya investasi hijau. Keberhasilan juga harus dilihat dari kemampuannya menciptakan lapangan kerja yang layak dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Transisi menuju ekonomi hijau harus menjadi peluang besar untuk membuka lapangan kerja baru. Jangan sampai kita hanya berbicara soal emisi, tetapi gagal menyiapkan pekerjaan bagi jutaan tenaga kerja Indonesia,” ujar Ateng dalam keterangan tertulisnya, pada Rabu (1/6/2026).

Ateng menjelaskan, green jobs mencakup berbagai jenis pekerjaan yang berkontribusi terhadap perlindungan lingkungan, efisiensi energi, pengurangan emisi, pengelolaan limbah, restorasi ekosistem, hingga adaptasi terhadap perubahan iklim.

Karena itu, ruang lingkupnya jauh lebih luas dibanding sekadar sektor kehutanan atau konservasi.

Ia menilai potensi tenaga kerja hijau di Indonesia masih sangat besar. Berdasarkan analisis Bappenas terhadap data Sakernas BPS Tahun 2023, jumlah pekerja hijau di Indonesia mencapai sekitar 3,66 juta orang atau 2,62 persen dari total angkatan kerja nasional yang melebihi 139 juta jiwa.

“Angka ini menunjukkan bahwa peluang ekonomi hijau Indonesia masih sangat besar, tetapi belum dimanfaatkan secara optimal,” ujar Legislator Fraksi PKS itu.

Selain membuka peluang kerja baru, green jobs juga memiliki nilai tambah ekonomi yang lebih tinggi. Data menunjukkan rata-rata upah pekerja hijau sekitar 9,5 persen lebih tinggi dibandingkan pekerja non-hijau.

Kendati demikian, Ateng juga menyoroti masih lebarnya kesenjangan gender di sektor ini. Saat ini, sekitar 86,8 persen pekerja hijau didominasi laki-laki, sementara perempuan baru berkontribusi sekitar 13,2 persen.

“Karena itu, pengembangan green jobs harus dilakukan secara inklusif agar mampu membuka kesempatan yang sama bagi seluruh masyarakat,” pungkasnya.

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

2 days ago
3 days ago
3 days ago
4 days ago
5 days ago
5 days ago

LAINNYA
x
x

mancingduit

situs slot gacor