Laporan: Akbar Budi Prasetia
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan sambutannya di Kompleks Kejaksaan Agung Republik Indonesia, Jakarta, pada Selasa (6/10/2026). Foto: BPMI Setpres/Muchlis Jr TODAYNEWS.ID – Presiden Prabowo Subianto mengapresiasi keberhasilan Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) yang telah menyelamatkan lebih dari 6,2 juta hektare kawasan hutan dengan nilai kekayaan mencapai hampir Rp400 triliun.
Menurut Prabowo, penyelamatan kawasan hutan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah menjaga kekayaan negara agar dapat dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat.
“Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan telah menyelamatkan 6,2 juta hektare lebih. Kalau tidak kalian selamatkan, ini hangus, kekayaannya hilang. Enam juta ini nilainya dihitung hampir Rp400 triliun,” kata Prabowo dalam sambutannya di Kompleks Kejaksaan Agung Republik Indonesia, Jakarta, Selasa (6/10/2026).
Prabowo mengatakan, nilai kekayaan yang berhasil diselamatkan tersebut dapat memberikan manfaat besar apabila dikelola secara optimal. Dana maupun aset tersebut, menurut dia, dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan masyarakat.
“Rp400 triliun kita hilangkan kemiskinan, Rp400 triliun berapa ribu rumah untuk rakyat, berapa ribu sekolah bisa kita perbaiki,” ujar Prabowo.
Ia mencontohkan pemerintah telah memperbaiki sekitar 70.000 sekolah dengan kebutuhan anggaran sekitar Rp90 triliun. Karena itu, Prabowo menilai penyelamatan aset negara akan memperbesar kemampuan pemerintah dalam meningkatkan fasilitas publik, termasuk sekolah dan puskesmas.
Selain penertiban kawasan hutan, Prabowo menyoroti upaya pemerintah memberantas aktivitas pertambangan ilegal. Salah satunya adalah penertiban penyelundupan timah di Pulau Bangka.
Menurut Prabowo, upaya tersebut turut berdampak terhadap kinerja PT Timah. Ia menyebut keuntungan perusahaan meningkat secara signifikan setelah penyelundupan timah ditertibkan.
“Di Pulau Bangka penyelundupan timah sudah kita mitigasi, kita kurangi. Masih ada yang lolos, tetapi kita sudah tertibkan dengan keras. PT Timah yang selama ini rugi, dalam satu tahun keuntungannya naik 900 persen,” kata Prabowo.
Prabowo mengatakan capaian tersebut merupakan hasil kerja Satgas PKH bersama sejumlah lembaga negara. Ia juga mengapresiasi upaya Bea Cukai dalam membongkar penyelundupan serta pemberantasan jaringan narkotika oleh Badan Narkotika Nasional (BNN).
Ia menegaskan pemerintah akan terus melakukan pembenahan terhadap tata kelola kekayaan negara, termasuk di lingkungan perusahaan milik negara.
“Yang tidak mau membersihkan diri, tunggu waktunya saja karena kita tidak akan berhenti, kita tidak akan ragu-ragu,” tegasnya.
Untuk itu, Prabowo menekankan, penguasaan kembali kawasan hutan dan penertiban tambang ilegal tidak hanya berkaitan dengan penyelamatan aset negara saat ini. Menurutnya, langkah tersebut juga merupakan bagian dari upaya menjaga kekayaan bangsa untuk generasi mendatang.
Prabowo menyebut kekayaan yang berhasil diselamatkan dapat digunakan untuk membiayai berbagai kebutuhan masyarakat, mulai dari peningkatan kesejahteraan aparatur negara hingga pembangunan infrastruktur.
“Kita akan punya dana untuk menaikkan gaji guru, gaji semua pegawai negeri, gaji hakim, gaji jaksa, gaji polisi. Kita akan punya uang untuk membantu orang-orang yang lapar,” ujarnya.
Selain itu, dana tersebut dinilai dapat digunakan untuk pembangunan rumah rakyat, perbaikan irigasi, hingga penanganan kebakaran hutan.
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo juga menyebut kerja Satgas PKH selama dua tahun telah menghasilkan pengembalian keuangan negara sekitar Rp52 triliun.
Atas capaian tersebut, Prabowo meminta pimpinan Satgas PKH memberikan penghargaan kepada personel yang berprestasi.
“Saya ingin yang berprestasi harus segera naik pangkat, harus diberi promosi, harus diberi bintang kehormatan. Itulah cara bernegara. Yang maling, kejar, tangkap. Yang baik, ya, dipromosikan,” pungkasnya.
Editor: Azis Arriadh