x

Bappenas Sebut Kalimantan Diproyeksikan Jadi Superhub Ekonomi Nusantara

Laporan: Azis Arriadh

waktu baca 3 menit
Sabtu, 10 Okt 2026 20:25 31

TODAYNEWS.ID – Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Rachmat Pambudy menyebut Pulau Kalimantan berpotensi menjadi superhub ekonomi Nusantara. Peran tersebut diharapkan mendorong transformasi ekonomi dan pemerataan pembangunan melalui penguatan konektivitas serta kerja sama regional.

Pengembangan Kalimantan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap peluang usaha, lapangan kerja, dan layanan dasar. Upaya ini juga ditujukan untuk memperkuat rantai pasok sekaligus membuka peluang pertumbuhan ekonomi hingga kawasan Indonesia Timur.

Untuk mewujudkan hal tersebut, Bappenas mendorong penguatan kerja sama antara Indonesia, Malaysia, dan Brunei Darussalam. Keberadaan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Pulau Kalimantan dinilai dapat menjadi jangkar bagi pengembangan ekosistem ekonomi yang mendukung pergeseran pusat gravitasi ekonomi Indonesia ke luar Jawa dan Sumatra.

“Ini adalah segitiga baru Malaysia, Brunei dan Indonesia. Namun sesungguhnya ini bukan sekadar segitiga baru, melainkan segitiga emas untuk masa depan,” ujarnya dalam 2nd Borneo Economic Forum: Shaping the Future of Borneo di Kuching, Malaysia, sebagaimana dikutip dari keterangan resmi di Jakarta, Sabtu.

“Selama ini, pusat gravitasi Indonesia berada di Jakarta, kemudian berkembang ke Bandung, Surabaya, Semarang, Yogyakarta, wilayah lain di Jawa dan Sumatra. Hari ini, kita bergerak menuju Kalimantan. Karena itu, forum ini menjadi kesempatan untuk melihat bagaimana kerja sama regional yang lebih kuat dapat mendukung pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan,” ucap Rachmat Pambudy.

Transformasi ekonomi di Pulau Borneo akan ditopang enam klaster strategis, yakni teknologi bersih, industri farmasi terintegrasi, pertanian berkelanjutan, ekowisata dan wisata kesehatan, industri kimia, serta energi rendah karbon.

Selain pengembangan sektor industri, investasi pada sumber daya manusia juga menjadi faktor penting. Pendidikan, kesehatan, peningkatan keterampilan, dan pembangunan infrastruktur dinilai perlu diperkuat untuk menopang transformasi ekonomi kawasan.

“Kita membutuhkan investasi pada manusia dan infrastruktur. Transformasi ini harus tetap memperhatikan aspek sosial, budaya, dan ketahanan ekologi, termasuk hak masyarakat lokal serta perlindungan sumber daya air. Prinsip-prinsip tersebut penting untuk memastikan pembangunan tetap inklusif, adil, dan berkelanjutan,” ungkap Kepala Bappenas.

Penguatan konektivitas juga menjadi salah satu fondasi utama dalam pengembangan ekonomi Kalimantan. Pemerintah mendorong peningkatan konektivitas pada koridor Nusantara–Balikpapan–Samarinda, jaringan Trans-Kalimantan, serta akses pelabuhan dan bandar udara. Selain itu, pengembangan koridor ekonomi diperlukan untuk menghubungkan kawasan produksi dengan pasar regional.

“Prioritas bersama kita mencakup konektivitas transportasi dan perbatasan, konektivitas energi dan jaringan lintas batas, investasi industri, rantai nilai regional, infrastruktur digital, pengembangan kapasitas, serta kecerdasan artifisial. Melalui kerja sama Indonesia, Malaysia dan Brunei Darussalam, kedekatan geografis Kalimantan harus dapat diterjemahkan menjadi investasi, kesempatan bagi dunia usaha, peningkatan kesejahteraan masyarakat dan pembangunan kawasan yang semakin terhubung,” kata Menteri PPN.

Pemerintah akan menindaklanjuti hasil dan usulan yang relevan dari forum Borneo Economic Community (BEC). Tindak lanjut tersebut diharapkan membuka lebih banyak peluang bagi dunia usaha, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta membangun kawasan Borneo yang semakin terhubung dan tangguh.

Editor: Azis Arriadh

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

4 days ago
5 days ago
1 week ago
1 week ago
1 week ago
1 week ago

LAINNYA
x
x

mancingduit

situs slot gacor