x

Asta Cita Prabowo Bawa Angin Segar bagi UMKM dan Generasi Muda Nagan Raya

Laporan: Dhanis

waktu baca 3 menit
Senin, 2 Nov 2026 19:04 27

TODAYNEWS.ID – Pengembangan ekonomi syariah dan penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menjadi salah satu peluang untuk mempercepat kemandirian ekonomi masyarakat Aceh.

Potensi tersebut dinilai perlu dioptimalkan melalui kolaborasi berbagai pihak, terutama dalam meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat.

Isu tersebut menjadi perhatian Forum Diskusi Green Nagan dalam kegiatan bertajuk “Ekonomi Syariah dan Kemandirian Daerah Istimewa” yang digelar di Green Nagan Cafe dan Resto, Kabupaten Nagan Raya, Sabtu (31/10/2026).

Forum yang melibatkan pelajar, mahasiswa, serta pelaku UMKM itu membahas strategi menjadikan ekonomi syariah sebagai kekuatan pembangunan daerah. Diskusi juga menyoroti pentingnya penerapan prinsip ekonomi syariah dalam pengembangan usaha, pengelolaan keuangan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Direktur Green Nagan, Ihsan Satria, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan upaya mendorong pemahaman masyarakat, khususnya generasi muda dan pelaku UMKM, agar mampu melihat ekonomi syariah sebagai peluang pengembangan ekonomi daerah.

Menurutnya, peringatan dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menjadi momentum untuk memperkuat keterlibatan masyarakat dalam mendukung agenda pembangunan nasional melalui berbagai inisiatif di tingkat lokal.

“Agenda pembangunan nasional harus bisa diterjemahkan menjadi kegiatan nyata yang manfaatnya dirasakan masyarakat. Kami ingin generasi muda dan pelaku UMKM memahami bahwa ekonomi syariah bukan sekadar teori, melainkan dapat menjadi landasan dalam menjalankan usaha dan membangun perekonomian masyarakat,” ujar Ihsan.

Ia menilai arah kebijakan pemerintahan Presiden Prabowo yang memberikan perhatian pada kemandirian ekonomi, penguatan UMKM, dan pemerataan kesejahteraan membuka peluang bagi daerah untuk mengembangkan potensi ekonominya secara lebih optimal.

Ihsan berharap berbagai program pembangunan nasional dapat memberikan ruang lebih luas bagi tumbuhnya ekonomi kerakyatan, termasuk melalui pengembangan sektor usaha berbasis potensi lokal.

“Kami mengapresiasi komitmen pemerintah dalam mendorong kemandirian ekonomi dan pemberdayaan masyarakat. Ini menjadi peluang bagi Aceh untuk memperkuat sektor UMKM serta mengembangkan potensi ekonomi syariah agar manfaatnya semakin luas dirasakan masyarakat,” katanya.

Lebih lanjut, Ihsan mengatakan Aceh memiliki modal besar untuk menjadi salah satu daerah yang unggul dalam pengembangan ekonomi syariah. Selain didukung kekhususan daerah, penerapan prinsip keadilan, transparansi, dan kemaslahatan juga dapat menjadi fondasi dalam membangun kegiatan ekonomi yang berkelanjutan.

Namun, menurut dia, pengembangan potensi tersebut membutuhkan dukungan dan keterlibatan lintas sektor. Pemerintah, kalangan akademisi, pelaku usaha, serta masyarakat perlu membangun sinergi agar ekonomi syariah dapat berkembang secara konkret.

“Anak muda dan pelaku usaha harus ikut mengambil peran. Kita memiliki potensi yang besar, sehingga perlu didorong menjadi kekuatan ekonomi produktif yang mampu menciptakan peluang usaha dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tuturnya.

Ia juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan kapasitas UMKM, serta optimalisasi lembaga pengelola dana umat. Langkah tersebut dinilai dapat memperluas akses pemberdayaan ekonomi sekaligus meningkatkan nilai tambah dari potensi lokal yang dimiliki Aceh.

Melalui forum diskusi ini, Green Nagan berharap muncul gagasan dan inisiatif yang dapat ditindaklanjuti dalam kehidupan masyarakat. Dengan begitu, pengembangan ekonomi syariah tidak berhenti pada wacana, tetapi berkembang menjadi gerakan bersama untuk memperkuat perekonomian daerah.

Upaya tersebut sekaligus menjadi bentuk partisipasi masyarakat dalam mendukung agenda Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, terutama pada aspek penguatan ekonomi nasional, pengembangan kewirausahaan, penciptaan lapangan kerja, dan pemerataan kesejahteraan.

Dengan dukungan kolaborasi serta pemanfaatan potensi daerah, ekonomi syariah diharapkan mampu menjadi salah satu motor penggerak pertumbuhan ekonomi Nagan Raya dan wilayah Aceh secara lebih luas.

Diskusi tersebut menghadirkan dua akademisi, Firdaus dan Edi Saputra, sebagai narasumber. Sementara Ardiansyah, yang juga berasal dari kalangan akademisi, bertindak sebagai moderator.

Editor: Azis Arriadh

LAINNYA