Menteri PKP Maruarar Sirait menyampaikan bahwa pihaknya akan melakukan Akad Massal Rumah Subsidi pada, Kamis 30 Juli 2026 di Kabupaten Batang, Jawa Tengah. Foto: Dok. Humas Kemen PKP TODAYNEWS.ID – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait, menyampaikan bahwa pihaknya akan melakukan Akad Massal Rumah Subsidi pada, Kamis 30 Juli 2026 di Perumahan Puri Delta City Side Batang, Kabupaten Batang, Jawa Tengah.
Ara sapaannya mengatakan bahwa Kementeriannya juga telah melakukan telah rapat koordinasi dengan Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) Hery Gunardi beserta jajaran, serta para pemangku kepentingan terkait guna memastikan seluruh rangkaian pelaksanaan akad massal berjalan dengan baik.
Pada pelaksanaannya besok, akad massal akan dilaksanakan secara serentak untuk 62.000 unit rumah subsidi yang tersebar di 36 provinsi. Selain itu, pemerintah bersama BRI juga akan melaksanakan akad massal Kredit Program Perumahan (KPP) senilai Rp880 miliar.
“Pelaksanaan Akad Massal 62.000 rumah subsidi yang akan dilaksanakan pada Kamis, 30 Juli 2026 di Kabupaten Batang. Bersamaan dengan itu juga akan dilaksanakan akad massal Kredit Program Perumahan,” kata Ara mengutip, Rabu (29/7/2026).
Ara mengatakan bahwa pelaksanaan Akad Massal ini merupakan wujud sinergi antara pemerintah, BP Tapera, perbankan, pengembang, dan seluruh ekosistem perumahan dalam memperluas akses kepemilikan rumah bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).
“Dari BP Tapera juga sudah disiapkan data penerima secara lengkap, by name by address, sehingga pelaksanaannya benar-benar siap,” ujar Ara.
Program rumah subsidi melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) merupakan salah satu program pemerintah yang memberikan kemudahan bagi MBR untuk memiliki rumah layak dengan bunga tetap, uang muka yang terjangkau, serta jangka waktu pembiayaan yang panjang.
Sementara itu, Kredit Program Perumahan (KPP) menjadi instrumen pembiayaan yang mendukung ekosistem sektor perumahan, baik dari sisi demand untuk membantu masyarakat memiliki atau meningkatkan kualitas rumah maupun dari sisi supply untuk mendukung pelaku usaha perumahan dalam mempercepat penyediaan hunian.
Lebih lanjut, Ara juga mengapresiasi kinerja BP Tapera yang terus menunjukkan peningkatan dalam penyaluran FLPP. Pada tahun 2025, penyaluran FLPP mencapai 278.868 unit rumah, menjadi realisasi tertinggi sepanjang sejarah penyelenggaraan program tersebut.
Capaian ini menunjukkan kuatnya kolaborasi pemerintah, BP Tapera, perbankan, dan para pengembang dalam memperluas akses kepemilikan rumah bagi MBR.
“Terima kasih kepada seluruh ekosistem perumahan yang terus bekerja sama mendukung berbagai program pemerintah sehingga kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik,” pungkasnya.