Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidatonya pada Puncak Peringatan Hari Koperasi ke-79 Tahun 2026 yang digelar di Indonesia Arena, Jakarta, pada Minggu (12/7/2026). Foto: BPMI Setpres/Muchlis Jr TODAYNEWS.ID – Presiden Prabowo Subianto meminta kepada jajaran menteri terkait kabinet Merah Putih untuk menyiapkan strategi penguatan industri perkapalan nasional. Langkah ini diambil guna memenuhi tingginya kebutuhan armada laut di dalam negeri.
Hal itu disampaikan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto usai menghadiri rapat terbatas di Istana Merdeka, Jakarta, pada Senin (27/7/2026).
“Jadi kami diminta menyiapkan, karena kan kebutuhan kapal Indonesia ini sebenarnya besar sekali. Harapannya ke depan industri kapal kita tumbuh,” kata Brian kepada wartawan.
Brian menjelaskan, perguruan tinggi diminta memfokuskan penelitian dan pengembangan teknologi guna menjawab kebutuhan industri nasional. Kolaborasi strategis antara perguruan tinggi dan PT PAL Indonesia akan menjadi tumpuan utama.
“Bersama PT PAL nanti riset-riset, kajian-kajian, guru besar-guru besar yang terkait bidang perkapalan bisa menumbuhkan industri kapal kita, sehingga membuka lapangan kerja dan juga kebutuhan kita bisa dipenuhi dalam industri dalam negeri,” tuturnya.
Ia menambahkan, kebutuhan kapal di Indonesia mencakup berbagai sektor, mulai dari angkutan penumpang hingga logistik domestik. Menurut Brian, besarnya permintaan tersebut menjadi potensi pasar yang perlu dimanfaatkan untuk mendorong pertumbuhan industri perkapalan nasional.
“Kita ingin agar penelitian-penelitian itu juga membantu PT PAL supaya industri kita di bidang sektor perkapalan ini bangkit,” kata Brian.
Pada kesempatan yang sama, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Roeslani, menyatakan pemerintah juga berupaya memperkuat kapasitas galangan kapal nasional, baik milik BUMN maupun swasta.
“Kita juga ada galangan-galangan kapal baik itu BUMN maupun swasta nasional yang selama ini kita ingin coba tingkatkan. Kita ingin coba majukan sehingga penerapan pembuatan kapal-kapal itu bisa dilakukan Indonesia, tetapi juga sesuai dengan standar yang baik, yang standar internasional,” kata Rosan.
Melalui integrasi riset perguruan tinggi, kapasitas industri nasional, dan dukungan pemerintah, Presiden menargetkan sektor perkapalan dapat berkembang menjadi industri strategis.
Upaya ini diharapkan menciptakan lapangan kerja, memperkuat kemandirian industri, serta menegaskan posisi Indonesia sebagai kekuatan maritim yang berdaya saing.