x

Disanksi Soal HAM, Iran Tuduh Uni Eropa Terlibat Agresi dan Bermuka Dua

waktu baca 2 menit
Sabtu, 25 Jul 2026 21:04 38 Dhanis Iswara

TODAYNEWS.ID – Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Iran melontarkan kritik tajam terhadap Uni Eropa menyusul langkah blok tersebut yang menjatuhkan sanksi baru terkait isu hak asasi manusia (HAM).

Juru bicara Kemenlu Iran, Esmail Baghaei, menyebut kekhawatiran yang disuarakan oleh Wakil Presiden Komisi Eropa sekaligus Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, Kaja Kallas, sebagai bentuk kemunafikan yang paling murni.

Pernyataan keras tersebut disampaikan Baghaei melalui akun X pribadinya pada Sabtu (25/7/2026), menyusul pengumuman sanksi baru terhadap sejumlah hakim Iran sehari sebelumnya.

Ketegangan diplomatik ini bermula ketika Kaja Kallas mengumumkan sanksi terhadap beberapa hakim Iran atas dugaan pelanggaran HAM. Alih-alih diterima, langkah tersebut justru dibalas Teheran dengan menyoroti tindakan kontradiktif Uni Eropa di kawasan Timur Tengah.

Baghaei pun mempertanyakan legitimasi moral Uni Eropa yang gemar menceramahi negara lain soal HAM, namun di sisi lain diduga terlibat dalam agresi militer yang merugikan rakyat Iran.

“Kaja Kallas berbicara tentang keprihatinan hak asasi manusia Uni Eropa terkait Iran, (namun) bagaimana mungkin komitmen yang diakui terhadap hak asasi manusia dapat dengan mudah diselaraskan dengan memberikan dukungan logistik dan teknis untuk agresi mematikan terhadap rakyat Iran — agresi yang sengaja menargetkan warga sipil dan infrastruktur nasional yang penting?” tegas Baghaei.

Selain menyoroti dukungan logistik dan teknis, Baghaei juga mengecam sikap diam Uni Eropa terhadap penderitaan warga sipil Iran, khususnya anak-anak, yang menjadi korban dari serangan bom dan rudal.

“Semua itu terjadi sambil menolak untuk mengutuk bahkan kejahatan perang yang paling terang-terangan, dan tidak menawarkan sepatah kata pun simpati untuk anak-anak Iran yang dibantai oleh bom dan rudal Amerika-Israel yang dimungkinkan oleh ‘dukungan logistik dan teknis’ Uni Eropa sendiri,” tambah Baghaei.

Baghaei menegaskan bahwa tindakan Uni Eropa saat ini bukan sekadar penurunan kredibilitas diplomasi, melainkan sebuah pola perilaku destruktif.

“Ini bukan sekadar hilangnya kredibilitas. Ini adalah kebiasan yang jahat — dan bentuk kemunafikan yang paling murni,” pungkasnya.

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

8 hours ago
3 days ago
5 days ago
5 days ago
6 days ago
6 days ago

LAINNYA
x
x

mancingduit

situs slot gacor