x

DPR Desak Transparansi Kementerian Koperasi Terkait Isu Pengadaan 1,8 Juta Kipas Angin

waktu baca 3 menit
Kamis, 16 Jul 2026 14:49 33 Dhanis Iswara

TODAYNEWS.ID – Anggota Komisi VI DPR RI, Mufti Anam, mendesak Kementerian Koperasi untuk memberikan klarifikasi terkait isu pengadaan 1,8 juta unit kipas angin untuk program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP/Kopdes) dengan nilai anggaran mencapai Rp1,8 triliun.

Pernyataan tersebut disampaikan Mufti dalam rapat kerja Komisi VI DPR bersama Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Rabu (15/7/2026).

Mufti mengungkapkan bahwa pihaknya telah berusaha menelusuri kebenaran informasi tersebut, namun hingga saat ini belum mendapatkan jawaban resmi baik dari pemerintah maupun pihak terkait lainnya.

“Pak Menteri, hari ini rakyat sedang dihebohkan dengan isu adanya pengadaan kipas angin 1,8 juta unit, dengan nilai Rp1,8 triliun. Kami coba mencari informasi, tapi tidak dapat satu informasi pun dari pemerintah. Pihak-pihak terkait pun tidak berani menjawab,” ujar Mufti dalam rapat tersebut.

Dalam paparannya, Mufti mempertanyakan kewajaran harga tersebut. Ia membandingkan dengan harga pasar ritel untuk kipas angin merek populer yang ia cek melalui e-commerce.

Menurutnya, harga satuan kipas angin di toko resmi daring berada di kisaran Rp300.000 hingga Rp338.000.

“Artinya, kalau pemerintah beli dalam jumlah ribuan, ratusan, bahkan 1,8 juta, pastinya akan jauh lebih murah dari Rp300.000 yang kita temukan di e-commerce,” tegasnya.

Politisi PDI Perjuangan itu pun menuntut transparansi dari Kementerian Koperasi mengenai spesifikasi, merek, serta mekanisme pengadaan barang tersebut jika memang benar terjadi.

Ia menekankan perlunya keterbukaan informasi publik dalam setiap proyek yang menggunakan anggaran negara.

“Kalau memang pengadaan ini betul, kipas anginnya merek apa? Spesifikasinya apa? Dan dibelinya di mana? Karena kita sering melihat Kementerian Koperasi dan Agrinas Pangan sering kali sembunyi-sembunyi dalam melakukan pengadaan,” ungkap Mufti.

Sebagai langkah preventif dan bentuk pertanggungjawaban kepada rakyat, Mufti mengusulkan agar Kementerian Koperasi membuat sebuah dashboard khusus.

Sehingga melalui dashboard tersebut, lanjut Mufti, masyarakat dapat memantau setiap pengadaan barang, khususnya untuk program Kopdes Merah Putih.

“Kami minta dibuatkan dashboard agar setiap rakyat bisa tahu ada pengadaan apa, tujuannya apa, berapa harganya, dan mereknya apa. Agar kita semua bisa memantau, karena setiap satu rupiah pun yang dikucurkan untuk KDMP wajib dipertanggungjawabkan kepada rakyat,” pungkas Mufti.

Tanggapan Menteri Koperasi Ferry Juliantono 

Menanggapi desakan tersebut, Menteri Koperasi Ferry Juliantono menegaskan bahwa pengadaan kipas angin yang dimaksud tidak dilakukan oleh kementeriannya. Ferry mengaku tidak mengetahui terkait isu pengadaan tersebut.

“Soal kipas angin ini saya tidak tahu. Kalau pengadaannya, itu bukan dari kami, Pak. Tapi rasanya angka yang ada itu kalau bentuk kipas anginnya yang model ada di Imatsu MDF itu harganya di shopee ini 11 juta 464 ribu. Jadi itu saya enggak tahu persis,” ujar Ferry menjawab pertanyaan Mufti.

Kendati demikian, Ferry menyambut baik usulan Mufti terkait transparansi melalui sistem informasi manajemen. Ia menyatakan bahwa pihaknya memang tengah merancang sistem yang dapat diakses oleh publik untuk memastikan keterbukaan dalam program Kopdes Merah Putih.

“Mengenai dashboardnha, Pak, di situlah pentingnya sistem informasi manajemen Koperasi Desa. Nantinya, seluruh proses, mulai dari perencanaan pengadaan hingga implementasi program, akan ditampilkan secara transparan dan dashboard-nya bisa diakses oleh siapa saja untuk dipantau,” imbuhnya.

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

9 hours ago
12 hours ago
2 days ago
2 days ago
3 days ago
1 week ago

LAINNYA
x
x

mancingduit

situs slot gacor