x

Wamen ESDM Respons Kabar Impor Minyak Rusia: Kami Sedang Lakukan Pengecekan

waktu baca 2 menit
Kamis, 16 Jul 2026 14:58 32 Dhanis Iswara

TODAYNEWS.ID – Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Yuliot Tanjung, angkat bicara terkait laporan yang menyebutkan Indonesia telah menerima pengiriman perdana minyak mentah asal Rusia ke Pelabuhan Balikpapan.

Saat dikonfirmasi mengenai kepastian masuknya minyak tersebut, Yuliot menekankan bahwa pengadaan minyak mentah di Indonesia biasanya dilakukan melalui skema blending (pencampuran) yang dikelola oleh pemasok (supplier) tertentu.

“Untuk pengadaan minyak itu kan ada Indonesia Blend. Minyak itu masuk melalui supplier yang ada. Jadi, yang kita terima di dalam negeri adalah dalam bentuk blending. Nusantara blending,” kata Yuliot kepada wartawan usai menghadiri rapat kerja dengan Komisi XII DPR RI, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (16/7/2026).

Terkait detail pengiriman yang dilaporkan berasal dari Pelabuhan Kozmino, Rusia, dengan volume mencapai 770 ribu barel, Yuliot mengaku akan melakukan verifikasi data terlebih dahulu.

“Jadi, saya rasa itu dari mana asalnya, apa dari Rusia, dan berapa jumlah pastinya, kami cek dulu ya,” tambahnya.

Namun, saat ditanya mengenai keterlibatan instansi dalam proses pengadaan tersebut, Yuliot menjelaskan bahwa kerja sama antarnegara umumnya menggunakan mekanisme melalui Badan Layanan Umum (BLU) di sektor energi, salah satunya adalah Lemigas.

“Untuk kerja sama antarnegara, mekanismenya melalui BLU sektor energi. Jadi, di BLU sektor energi itu memang ada Lemigas,” jelasnya.

Lebih jauh, ketika disinggung mengenai apakah minyak tersebut akan langsung diolah menjadi bensin oleh Pertamina, Yuliot membantah hal tersebut.

Ia menegaskan bahwa pengiriman minyak yang dimaksud difungsikan sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan energi nasional.

“Belum (diolah Pertamina). Itu nantinya menjadi penyangga, yakni cadangan penyangga energi nasional,” tegas Yuliot.

Namun, saat ditanya lebih lanjut mengenai lokasi penyimpanan (storage) minyak tersebut, Yuliot menyatakan belum dapat memberikan detail posisi aset tersebut. “Untuk lokasinya, saya cek dulu ya,” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, Indonesia dilaporkan telah menerima pengiriman perdana minyak mentah dari Rusia pasca-kesepakatan pasokan kedua negara pada April 2026.

Mengutip data kepabeanan dari Big Trade Data yang dilaporkan Bloomberg, sebanyak hampir 770 ribu barel minyak mentah senilai sekitar 75 juta dolar AS telah tiba di Pelabuhan Balikpapan pada 29 Juni 2026. Minyak tersebut dikirim dari Pelabuhan Kozmino, Rusia, menggunakan kapal tanker Sierra.

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

8 hours ago
11 hours ago
2 days ago
2 days ago
3 days ago
1 week ago

LAINNYA
x
x

mancingduit

situs slot gacor