x

Iran Kembali Tutup Selat Hormuz, Kesepakatan Damai Berada di Ujung Tanduk

waktu baca 2 menit
Minggu, 21 Jun 2026 07:30 226 Dhanis Iswara

TODAYNEWS.ID – Komando militer pusat Iran secara resmi menyatakan kembali menutup jalur perairan strategis Selat Hormuz untuk semua lalu lintas maritim, pada Sabtu (20/6/2026).

Langkah drastis ini diambil sebagai respons atas serangan militer Israel di Lebanon selatan yang secara tegas melanggar klausul pertama nota kesepahaman (MoU) antara Iran dan Amerika Serikat (AS).

Sebagaimana ditegaskan Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya dalam pernyataan resminya pada hari Sabtu, pelanggaran gencatan senjata yang terus-menerus dan berkelanjutan oleh rezim Zionis di Lebanon selatan dan pembunuhan massal serta pengusiran ratusan ribu warga sipil tak berdosa, hingga belum ditariknya pasukan militer Israel dari wilayah pendudukan menjadi alasan utama diblokirnya selat vital tersebut.

“Diumumkan bahwa Selat Hormuz akan ditutup untuk lalu lintas kapal,” kata Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya Iran dalam sebuah pernyataan pada hari Sabtu (20/6/2026).

Markas besar tersebut menegaskan bahwa penutupan Selat Hormuz ini baru merupakan “langkah pertama”. Jika agresi terus berlanjut, Iran akan mengambil tindakan lebih lanjut guna memaksa musuh mematuhi komitmen mereka.

Mengenai Nota Kesepahaman Islamabad

Nota Kesepahaman Islamabad antara Iran dan Amerika Serikat ditandatangani pada menit-menit pertama tanggal 18 Juni 2026 oleh Presiden Iran Masoud Pezeshkian dan Presiden AS Donald Trump melalui proses digital simultan tanpa upacara tatap muka.

Otoritas Iran menyebut dokumen yang berbahasa Persia dan Inggris tersebut sebagai kerangka kerja politik untuk mengakhiri konfrontasi militer dan membuka jalan menuju perundingan damai yang komprehensif.

Kantor berita Iran, Mehr News Agency melaporkan bahwa, memorandum tersebut diselesaikan setelah berminggu-minggu negosiasi dan ditandatangani dalam bahasa Persia dan Inggris.

Pasal pertama perjanjian tersebut mengatur penghentian segera dan permanen operasi militer antara Iran, AS, dan sekutu masing-masing di semua lini, termasuk Lebanon, dan mewajibkan para pihak untuk menahan diri dari tindakan militer atau ancaman kekerasan di masa mendatang.

Memorandum tersebut juga menekankan penghormatan terhadap integritas teritorial dan kedaulatan Lebanon, sementara negosiasi untuk perjanjian akhir dijadwalkan akan selesai dalam jangka waktu maksimal 60 hari untuk kemudian disetujui menjadi resolusi Dewan Keamanan PBB (DK PBB) yang mengikat.

Namun, dengan ditutupnya kembali Selat Hormuz hari ini, masa depan kesepakatan tersebut kini berada di ujung tanduk.

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

3 hours ago
2 days ago
4 days ago
5 days ago
6 days ago
6 days ago

LAINNYA
x
x

mancingduit

situs slot gacor