x

Perdamaian AS-Iran Tersendat, Serangan Israel ke Lebanon Jadi Batu Sandungan

waktu baca 3 menit
Minggu, 21 Jun 2026 15:30 23 Afrizal Ilmi

TODAYNEWS.ID — Harapan meredanya ketegangan di Timur Tengah sempat menguat setelah Amerika Serikat dan Iran mengumumkan kesepakatan damai pada pertengahan Juni 2026. Namun, upaya menerjemahkan kesepakatan tersebut ke dalam langkah konkret menghadapi hambatan akibat berlanjutnya operasi militer Israel di Lebanon.

Kesepakatan damai antara AS dan Iran sebelumnya dipandang sebagai terobosan penting untuk mengakhiri konflik yang selama beberapa bulan mengguncang kawasan. Salah satu poin utama dalam kesepakatan itu adalah upaya menghentikan pertempuran di berbagai front, termasuk Lebanon.

Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, pada 15 Juni 2026 mengumumkan bahwa Washington dan Teheran telah mencapai kesepakatan politik untuk menghentikan permusuhan. Pakistan bersama Qatar disebut memainkan peran penting sebagai mediator dalam proses tersebut.

Meski demikian, respons berbeda datang dari Israel. Pada hari yang sama, pemerintah Israel menegaskan tidak akan mengurangi tekanan militer terhadap Hizbullah di Lebanon.

Itamar Ben-Gvir bahkan menegaskan bahwa Israel belum dapat merasa aman selama Hizbullah masih memiliki kekuatan militer. Pernyataan itu memperlihatkan adanya perbedaan kepentingan antara Israel dan upaya perdamaian yang tengah dibangun AS serta Iran.

Dua hari kemudian, pemerintah Swiss mengumumkan rencana penyelenggaraan pertemuan teknis di kawasan Bürgenstock. Forum tersebut dirancang untuk membahas implementasi teknis dari kesepakatan politik yang telah dicapai.

Pertemuan itu dijadwalkan melibatkan delegasi Amerika Serikat, Iran, Pakistan, dan Qatar. Agenda pembahasan mencakup mekanisme gencatan senjata, keamanan kawasan, program nuklir Iran, hingga langkah penghentian konflik secara permanen.

Salah satu target utama pertemuan tersebut adalah memperpanjang gencatan senjata yang masih rapuh hingga 60 hari. Langkah itu dianggap penting untuk menjaga momentum diplomasi yang sudah terbentuk.

Namun, situasi di lapangan berkembang ke arah berbeda. Iran mulai menunjukkan ketidaksabaran terhadap operasi militer Israel yang terus berlangsung di Lebanon.

Teheran memperingatkan bahwa mereka dapat mengambil tindakan terhadap Israel apabila serangan ke wilayah Lebanon terus berlanjut. Ancaman tersebut menambah ketidakpastian terhadap masa depan proses perdamaian.

Ketegangan itu akhirnya berdampak langsung pada jalur diplomasi. Pada 19 Juni 2026, pemerintah Swiss mengumumkan penundaan pertemuan teknis yang sebelumnya dijadwalkan berlangsung dalam waktu dekat.

Hingga pengumuman tersebut disampaikan, belum ada kepastian mengenai jadwal baru pertemuan. Padahal forum itu diharapkan menjadi langkah lanjutan untuk mengubah kesepakatan politik menjadi mekanisme operasional yang lebih rinci.

Sementara proses diplomatik mengalami kebuntuan, konflik di lapangan tetap berlangsung. Dalam beberapa hari setelah kesepakatan damai diumumkan, Israel dilaporkan masih melancarkan serangan ke sejumlah target di Lebanon.

Israel diketahui tidak menganggap dirinya terikat secara langsung oleh kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran. Pemerintah Israel tetap memandang Iran sebagai ancaman strategis utama di kawasan.

Selain faktor keamanan, keberlanjutan operasi militer juga dipengaruhi dinamika politik domestik Israel serta kekhawatiran bahwa Hizbullah masih mempertahankan kapasitas militernya. Kondisi tersebut membuat prospek perdamaian regional masih menghadapi tantangan besar meski kesepakatan AS-Iran telah tercapai.

 

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

2 days ago
2 days ago
2 days ago
3 days ago
3 days ago
4 days ago

LAINNYA
x
x

mancingduit

situs slot gacor