Ilustrasi Program MBG di Luar Negeri. Sumber: Dibuat oleh Gemini AI TODAYNEWS.ID – Wacana perluasan program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi anak-anak Pekerja Migran Indonesia (PMI) di luar negeri, khususnya di Jeddah dan Mekkah, Arab Saudi, menuai kritik tajam.
Direktur Rumah Politik Indonesia, Fernando Emas, menilai gagasan yang sempat dilontarkan oleh mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, sebagai langkah yang kurang tepat dan berpotensi memicu polemik di tengah masyarakat.
“Wacana yang sempat dilontarkan oleh Dadan terkait dengan memberikan MBG kepada anak sekolah Indonesia Jeddah di Arab Saudi sesuatu yang aneh dan hanya membuat polemik,” kata Fernando kepada TODAYNEWS, Rabu (3/6/2026).
Menurutnya program MBG belum saatnya merambah ke luar negeri, mengingat implementasi di dalam negeri sendiri masih menghadapi banyak tantangan.
Fernando menekankan bahwa prioritas utama BGN saat ini seharusnya adalah memastikan seluruh anak sekolah di pelosok Indonesia bisa menikmati program ini secara merata.
“Pelaksanaan program MBG di Indonesia masih belum secara menyeluruh dinikmati oleh anak sekolah yang ada di Indonesia. Begitu juga persoalan pelaksanaan MBG yang masih harus diselesaikan menjadi tugas penting BGN,” ujarnya.
“Sehingga belum tepat kalau saat ini ada wacana untuk memberikan MBG kepada anak sekolah yang ada di luar negeri. Sebaiknya fokus untuk keberhasilan pelaksanaan MBG agar betul-betul bisa dinikmati para penerima program tersebut,” tambah Fernando.
Sebelumnya, eks Kepala BGN Dadan Hindayana sebelum dicopot oleh Presiden Prabowo, mengatakan bahwa program MBG akan segera meekspansi ke luar negeri.
Gagasan ini berawal usai Dadan mengunjungi Sekolah Indonesia Jeddah (SIJ) di Arab Saudi yang mendidik 1.081 anak dari keluarga PMI.
“Nanti akan saya laporkan kepada Presiden apakah memungkinkan dibentuk Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi di Sekolah Indonesia Jeddah,” kata Dadan belum lama ini sebelum dicopot dari jabatannya sebagai Kepala BGN.
“Jika berhasil, ini bisa menjadi pilot project yang diterapkan juga bagi pekerja migran Indonesia di Malaysia maupun wilayah lainnya,” tambah Dadan.
Sebagai informasi, Presiden Prabowo mencopot Kepala BGN Dadan Hindayana beserta dua wakilnya, Inspektur Jenderal (Purn) Sony Sanjaya dan Letnan Jenderal TNI (Purn) Lodewyk Pusung.
Kabar pencopotan tersebut disampaikan oleh Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, dalam konferensi pers yang didampingi Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dan Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Muhammad Qodari, di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, pada Selasa (2/6/2026) malam.
Ketiganya masing-masing digantikan oleh Nanik S. Deyang sebagai Kepala BGN, dan Agustina Arumsari, serta Mayor Jenderal TNI Trenggono sebagai dua wakilnya.