x

Idrus Marham Bela Pemberian Kurban Prabowo dari APBN

waktu baca 3 menit
Jumat, 29 Mei 2026 07:25 42 Afrizal Ilmi

TODAYNEWS.ID — Wakil Ketua Umum Bidang Kebijakan Publik Partai Golkar Idrus Marham angkat bicara terkait polemik bantuan sapi kurban Presiden RI Prabowo Subianto yang menggunakan dana APBN. Idrus menilai langkah tersebut merupakan bentuk kepedulian Presiden terhadap masyarakat.

Polemik muncul setelah penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara untuk pengadaan sapi kurban menuai sorotan publik. Program bantuan kurban Presiden Prabowo sebelumnya disebut menghabiskan anggaran sekitar Rp100 miliar.

Idrus mengatakan kebijakan Prabowo lahir dari idealisme yang berpihak kepada rakyat Indonesia. Ia menilai langkah Presiden tidak bisa dilepaskan dari nilai Pancasila yang menjadi dasar kebijakan pemerintahannya.

“Prabowo mengambil langkah-langkah yang betul-betul diinspirasi oleh idealisme, dan idealisme dia untuk rakyat Indonesia diinspirasi oleh ideologi dan falsafah Pancasila,” kata Idrus, Kamis (28/5/2026).

Menurut Idrus, Partai Golkar menghargai langkah Prabowo dalam menjalankan program-program yang dianggap menyentuh kebutuhan masyarakat. Ia menyebut publik patut bersyukur memiliki pemimpin yang memperhatikan rakyat.

“Saya kira, kita mengikuti langkah-langkah Pak Prabowo. Dan karena itu bagi Partai Golkar, kita menghargai Pak Prabowo, bahwa kita bersyukur ada pemimpin seperti Pak Prabowo,” ujarnya.

Idrus juga menolak anggapan bahwa bantuan sapi kurban Presiden berkaitan dengan kepentingan politik menuju Pilpres 2029. Ia menegaskan program tersebut tidak bisa dianggap sebagai pencitraan politik.

Politikus senior Golkar itu mengingatkan bahwa Prabowo sebelumnya telah menyatakan tidak akan kembali maju pada Pilpres 2029 apabila pemerintahannya dinilai gagal. Karena itu, ia meminta publik tidak mengaitkan program bantuan kurban dengan agenda politik.

“Kalau nanti mengatakan rakyat akan memilih lagi, ya jangan disalahkan Pak Prabowo, dong,” kata Idrus Marham.

Ia menilai dukungan rakyat merupakan konsekuensi dari keberhasilan pemimpin menjalankan amanah. Menurut Idrus, program yang sesuai kebutuhan masyarakat akan mendapat respons positif secara alami.

“Itu adalah barokah dari sebuah pelaksanaan amanah di mana program-programnya sesuai dengan kebutuhan rakyat. Mestinya cara berpikir kita begitu,” katanya.

Pernyataan Idrus muncul setelah Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku tidak mengetahui detail penggunaan APBN untuk bantuan sapi kurban Presiden. Purbaya bahkan meminta awak media menanyakan langsung persoalan tersebut kepada Menteri Sekretaris Negara.

“Saya enggak tahu masalah itu. Tanya Mensesneg, tapi rasanya pakai uang mereka sendiri,” kata Purbaya usai salat Iduladha di Masjid Salahuddin, Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Jakarta, Rabu (27/5/2026).

Sebelumnya, pemerintah menyatakan bantuan sapi kurban Presiden Prabowo tahun ini mencapai 1.098 ekor. Pengadaan sapi tersebut disebut berasal dari APBN melalui anggaran bantuan kemasyarakatan presiden.

Polemik mengenai penggunaan dana negara untuk bantuan kurban kini terus menjadi perhatian publik. Perdebatan berkembang antara aspek sosial, hukum anggaran negara, hingga pandangan etik terkait penggunaan APBN untuk kegiatan keagamaan.

 

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

18 hours ago
2 days ago
2 days ago
3 days ago
5 days ago
6 days ago

LAINNYA
x
x
domain