x

Menkeu Purbaya Percaya Diri Pelemahan Rupiah Tak Ganggu APBN

waktu baca 3 menit
Minggu, 31 Mei 2026 18:57 22 Afrizal Ilmi

TODAYNEWS.ID — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pelemahan nilai tukar rupiah yang terjadi saat ini belum memberikan dampak signifikan terhadap kondisi fiskal maupun aktivitas ekonomi nasional.

Purbaya mengatakan pemerintah telah mengantisipasi risiko depresiasi rupiah dalam penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Karena itu, menurutnya, posisi fiskal Indonesia masih tetap aman meski nilai tukar rupiah mengalami tekanan.

Ia menyampaikan perhitungan pemerintah telah memasukkan skenario pelemahan rupiah yang mendekati kondisi saat ini. Langkah tersebut membuat anggaran negara tetap berada dalam jalur yang telah direncanakan.

“Dari sisi anggaran, kami telah menghitung depresiasi rupiah mendekati level saat ini, jadi anggaran saya masih oke meskipun rupiah melemah ke level saat ini,” kata Purbaya dalam Konferensi Pers di Jakarta, Minggu (31/5/2026).

Selain memastikan ketahanan APBN, Purbaya juga menyoroti pentingnya menjaga pertumbuhan ekonomi nasional. Ia meyakini ekonomi yang kuat pada akhirnya akan mendorong penguatan nilai tukar suatu negara.

Menurutnya, fokus utama pemerintah saat ini adalah mempertahankan laju pertumbuhan ekonomi dalam jangka pendek, menengah, dan panjang. Strategi tersebut dinilai menjadi fondasi utama untuk meningkatkan kepercayaan investor.

Purbaya menilai investor asing, terutama penanam modal langsung atau foreign direct investment (FDI), akan lebih tertarik masuk ke negara yang memiliki prospek pertumbuhan ekonomi menjanjikan.

“Itu pada akhirnya akan memperkuat mata uang hampir secara otomatis karena saya percaya investor, terutama FDI dan investor asing, akan suka berinvestasi di negara yang menawarkan pertumbuhan paling menjanjikan di kawasan ini,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa kinerja ekonomi Indonesia masih berada dalam posisi yang kompetitif di tingkat global. Menurutnya, Indonesia saat ini menjadi negara dengan pertumbuhan ekonomi tercepat kedua di kelompok G20 setelah India.

Capaian tersebut, kata Purbaya, menunjukkan bahwa fundamental ekonomi Indonesia masih cukup kuat. Karena itu, pelemahan rupiah belum menjadi faktor yang menghambat aktivitas ekonomi nasional.

Di tengah tekanan pasar keuangan global, pemerintah tetap optimistis terhadap arah perekonomian dalam beberapa bulan mendatang. Optimisme itu turut didorong oleh perkembangan geopolitik internasional yang dinilai mulai menunjukkan perbaikan.

Purbaya menyoroti munculnya berbagai laporan internasional yang menyebut peluang tercapainya kesepakatan antara Amerika Serikat, Iran, dan Israel semakin terbuka. Kondisi tersebut diyakini dapat membantu menciptakan stabilitas global.

“Dan jika kita melihat Bloomberg dan Al Jazeera, berita mengatakan bahwa AS, Iran, dan Israel sangat dekat untuk mencapai kesepakatan, bukan? Jadi prospek perdamaian, kondisi global yang lebih baik ada di sana. Dan saya percaya dalam dua atau tiga bulan ke depan akan jauh lebih baik daripada sekarang,” kata Purbaya.

Dengan kombinasi fundamental ekonomi yang dinilai kuat, pertumbuhan yang tetap terjaga, serta harapan membaiknya situasi global, pemerintah meyakini tekanan terhadap rupiah tidak akan mengganggu stabilitas ekonomi nasional dalam jangka menengah.

 

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

2 days ago
3 days ago
3 days ago
4 days ago
1 week ago
1 week ago

LAINNYA
x
x
domain