x

Tiga Pekerja Tewas di Gorong-gorong Cipayung, DPR Desak Polisi Usut Kelalaian SOP K3

waktu baca 2 menit
Jumat, 10 Jul 2026 21:04 39 Dhanis Iswara

TODAYNEWS.ID – Anggota Komisi IX DPR RI, Neng Eem Marhamah Zulfa, menyoroti tragedi tewasnya tiga pekerja di dalam saluran air (gorong-gorong) sedalam tujuh meter di kawasan Bambu Apus, Cipayung, Jakarta Timur.

Neng Eem mendesak penyelidikan menyeluruh guna mengungkap dugaan kelalaian fatal terkait penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).

“Tragedi memilukan di Cipayung ini adalah alarm keras bagi dunia ketenagakerjaan kita. Aspek K3 tidak boleh hanya dianggap formalitas di atas kertas atau sekadar pemenuhan administratif. Setiap buruh berhak pulang ke rumah dengan selamat. Nyawa pekerja haram dipertaruhkan demi mengejar target proyek!” tegas Neng Eem di Jakarta, Jumat (10/7/2026).

Sebagai informasi, insiden maut yang terjadi pada Kamis (9/7/2026), tersebut bermula saat seorang pekerja turun ke gorong-gorong dan tiba-tiba pingsan. Dua rekan kerja lainnya yang berniat menyelamatkan lalu masuk ke lubang.

Nahas, keduanya justru bernasib sama akibat diduga menghirup gas beracun dan mengalami asfiksia (kondisi kekurangan oksigen). Ketiganya kemudian dievakuasi dalam kondisi sudah tidak bernyawa.

Dia membeberkan bahwa pekerjaan di ruang terbatas (confined space) seperti gorong-gorong, tangki, atau bunker memiliki klasifikasi risiko kematian yang sangat tinggi.

“Pekerjaan di ruang terbatas wajib didahului dengan pengukuran kadar oksigen dan deteksi gas beracun menggunakan alat khusus. Harus ada sistem ventilasi udara (blower) yang memadai, surat izin kerja resmi, serta adanya petugas pengawas yang bersiaga penuh di luar area kerja untuk kondisi darurat,” ujarnya.

Oleh karena itu, hukum ketenagakerjaan mewajibkan perusahaan menerapkan prosedur operasional standar (SOP) yang sangat ketat sebelum menerjunkan personel.

Neng Eem pun mendesak pengawas ketenagakerjaan dan kepolisian untuk memeriksa apakah perusahaan penyedia kerja telah menguji kualitas udara di dalam lubang sedalam tujuh meter tersebut sebelum pekerjaan dimulai.

“Investigasi harus menguraikan secara jelas apakah SOP ini dilewati atau tidak,” tegas legislator Fraksi PKB itu.

Lebih lanjut, Neng Eem mengingatkan kepada para pelaku industri bahwa pencegahan kecelakaan kerja jauh lebih murah dibandingkan pemulihan setelah hilangnya nyawa manusia.

“Jangan sampai kecelakaan maut yang polanya selalu sama ini terus berulang di Indonesia akibat lemahnya pengawasan lapangan. Tragedi ini harus jadi momentum penegakan hukum yang tegas,” tandasnya.

Ia menegaskan bahwa kepatuhan terhadap K3 merupakan investasi kemanusiaan sekaligus instrumen pemeliharaan produktivitas perusahaan yang dilindungi oleh negara.

“Tidak ada satu pun jenis pekerjaan di dunia ini yang nilainya sebanding atau lebih berharga dari nyawa seorang manusia,” pungkas Neng Eem.

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

1 day ago
1 day ago
1 day ago
2 days ago
3 days ago
3 days ago

LAINNYA
x
x

mancingduit

situs slot gacor